Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wabah Covid-19 di Indonesia Diprediksi Baru Bisa Dikendalikan pada 2022

Masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat karena ancaman wabah Covid-19 di Indonesia diprediksi baru bisa terkendali pada 2022.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 Desember 2020  |  12:43 WIB
Petugas medis bersiap memakai alat pelindung diri untuk memeriksa pasien suspect virus Corona di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Jumat, 6 Maret 2020. - Antara
Petugas medis bersiap memakai alat pelindung diri untuk memeriksa pasien suspect virus Corona di ruang isolasi instalasi paru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai di Dumai, Riau, Jumat, 6 Maret 2020. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Agus Syamsuddin memprediksi pandemi (Covid-19) di Indonesia baru akan terkendali pada 2022.

"Tren penularan sekarang ini kemungkinan besar masih akan bertambah. Perkiraan paling optimis wabah baru akan terkendali di tahun 2022," kata Agus seperti dikutip situs resmi PP Muhammadiyah, Selasa (29/12/2020).

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap menjaga protokol kesehatan.

“Pandemi belum berakhir maka mentaati protokol kesehatan demi terciptanya masyarakat yang sehat sangatlah penting," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan penambahan penyandang positif Covid-19 di Tanah Air semakin tinggi. Karena itu, dia meminta para pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah strategis untuk mengatasi kondisi tersebut.

"Berdasarkan data Satgas Covid-19 pada Minggu (27/12) terdapat 6.528 kasus positif dari 29.425 orang yang diperiksa. Sehingga positivity rate harian mencapai 22,1 persen," kata Lestari.

Masih berdasarkan catatan Satgas Covid-19, pada tanggal yang sama (27/12/2020) DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus paling tinggi sebanyak 1.997 kasus, disusul Jawa Barat sebanyak 892 kasus dan Jawa Tengah sebanyak 785 kasus baru.

Mengutip pendapat epidemiolog, Lestari mengungkapkan, angka positivity rate yang menyentuh level dua digit menunjukkan setidaknya dua hal.

Pertama, wabah belum bisa dikendalikan, sedangkan yang kedua kondisi itu juga menunjukkan tes yang kurang representatif.

Melihat dua kemungkinan tersebut dia menodorong pemerintah untuk segera melakukan evaluasi terhadap tata kelola tes Covid-19.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menegaskan bahwa dalam upaya pengendalian penyebaran Covid-19 yang bersifat masif di Tanah Air, data memiliki peranan penting untuk pengambilan kebijakan dalam pengendalian wabah.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mpr muhammadiyah Virus Corona Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top