Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peledakan Bom di Nashville, Pelaku Teridentifikasi Setelah Tewas

Polisi dilaporkan telah mengidentifikasi Warner, 63, pada Sabtu sebagai "orang yang berkepentingan" sehubungan dengan ledakan tersebut.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 28 Desember 2020  |  08:33 WIB
Petugas di lokasi ledakan bom di Nashville - Bloomberg/Thaddaeus McAdams/Getty Images
Petugas di lokasi ledakan bom di Nashville - Bloomberg/Thaddaeus McAdams/Getty Images

Bisnis.com, JAKARTA - Orang yang dicurigai sebagai pelaku peledakan bom saat perayaan Natal di pusat kota Nashville, Amerika Serikat, dipastikan tewas bersamaan dengan ledakan tersebut.

"Kami sampai pada kesimpulan bahwa seseorang bernama Anthony Warner adalah pembom, dia hadir saat bom meledak, dan bahwa dia tewas dalam pemboman itu," kata Jaksa federal Don Cochran dalam konferensi pers seperti dikutip France24.com, Senin (28/12/2020).

Sedangkan agen khusus FBI yang bertanggung jawab di Memphis, Doug Korneski, mengatakan "tidak ada indikasi bahwa ada orang lain yang terlibat," meskipun dia menambahkan mereka masih terus melakukan penyelidikan.

Pihak berwenang pada konferensi pers mengatakan karena penyelidikan yang sedang berlangsung, mereka tidak dapat memberikan perincian tentang motif apa pun, tetapi mengatakan Warner belum ada dalam pantauuan mereka sebelum ledakan tersebut.

Polisi dilaporkan telah mengidentifikasi Warner, 63, pada Sabtu sebagai "orang yang berkepentingan" sehubungan dengan ledakan tersebut.

Ledakan itu berasal dari sebuah mobil yang diparkir yang mengeluarkan peringatan beberapa menit sebelum meledak.

Aparat keamanan telah menggeledah sebuah rumah di Antiokhia, sebuah kawasan perumahan di daerah Nashville, tetapi saat itu menolak untuk memastikan apakah mereka memiliki tersangka.

Ledakan pada Jumat di pusat kota bersejarah Nashville, ibu kota musik country Amerika Serikat, merusak sekitar 40 bangunan dan melukai sedikitnya tiga orang. Jalan-jalan sebagian besar menjadi sepi karena warga ketakutan pada dini hari.

Pihak berwenang menemukan jaringan tubuh manusia di lokasi ledakan yang telah dikonfirmasikan oleh kepala Biro Investigasi Tennessee, David Roush.

Pada konferensi pers tersebut dipaparkan bahwa jaringan itu cocok dengan DNA yang ditemukan di kendaraan yang digunakan Warner.

Polisi mengatakan bahwa ledakan itu "tindakan yang disengaja" tetapi motifnya masih belum jelas, dan para analis perilaku FBI terlibat dalam penyelidikan tersebut.

Marsha Blackburn, Senator Tennessee, di Twitter memuji penegak hukum yang menanggapi dan sedang menyelidiki peledakan bom tersebut.

Dia mengatakan telah meminta Presiden Donald Trump untuk mengumumkan bahwa kejadian di Nashville sebuah bencana federal. Hal itu akan membuat pemerintah federal memperbaiki kerusakan.

Menurut informasi pihak berwenang, polisi dipanggil ke daerah tersebut pada pukul 5:30 pagi, dan petugas melihat mobil tersebut pada jam 6 pagi.

Lima belas menit kemudian, mereka mendengar audio hitung mundur yang berasal dari kendaraan yang memperingatkan adanya bom. Peringatan itu diselingi dengan musik dan peringatan untuk mengungsi.

Polisi belum mengatakan apakah ada orang di dalam kendaraan itu, tetapi memuji petugas yang tiba di lokasi dan mengambil tindakan cepat.

Kendaraan itu diparkir di depan sebuah gedung milik perusahaan telepon AT&T sehingga menyebabkan kerusakan yang mengganggu layanan telekomunikasi di Tennessee serta sebagian di Alabama dan Kentucky.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bom natal

Sumber : France24.com

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top