Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tepis Kekhawatiran, WHO Sebut Varian Baru Covid-19 Evolusi Pandemi Biasa

Mnculnya varian baru virus corona yang sangat menular di Inggris adalah bagian normal dari evolusi pandemi.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  09:07 WIB
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi info perkembangan situasi wabah Covi-19 di Jenewa, Swiss (24/2/2020).  - Antara/Reuters
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memberi info perkembangan situasi wabah Covi-19 di Jenewa, Swiss (24/2/2020). - Antara/Reuters

WHO: Varian Baru Covid-19 Hanya Evolusi Pandemi  Biasa

Bisnis.com, JAKARTA--Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa munculnya varian baru virus corona yang sangat menular di Inggris adalah bagian normal dari evolusi pandemi.

Sambil menepis kekhawatiran publik yang berlebihan, pejabat WHO bahkan memberi sorotan positif pada penemuan varian virus baru tersebut. Menurutnya, banyak negara yang khawatir sehingga memberlakukan pembatasan perjalanan dari dan ke Inggris dan Afrika Selatan sehingga menjadi alat baru untuk melacak virus itu berfungsi.

"Kita harus menemukan keseimbangan. Sangat penting untuk memiliki transparansi, sangat penting untuk memberi tahu publik seperti apa adanya, tetapi penting juga untuk mengetahui bahwa ini adalah bagian normal dari evolusi virus," ujar Kepala Darurat WHO Mike Ryan dalam briefing online seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (22/12/2020).

Kemampuan melacak virus sedekat ini dengan hati-hati adalah perkembangan positif yang nyata bagi kesehatan masyarakat global. Sedangkan negara-negara yang melakukan jenis pengawasan ini harus diapresiasi, katanya.

Mengutip data dari Inggris, pejabat WHO itu mengatakan mereka tidak memiliki bukti bahwa varian itu membuat orang lebih sakit atau lebih mematikan daripada jenis Covid-19 yang ada. Hanya saja  tampaknya menyebar lebih mudah.

Negara-negara yang memberlakukan pembatasan perjalanan bertindak atas dasar kehati-hatian yang berlebihan saat mereka menilai risiko, kata Ryan. Dia menambahkan  bahwa penting juga agar setiap orang mengetahui bahwa varian tersebut telah muncul.

Pejabat WHO mengatakan mutasi virus corona sejauh ini jauh lebih lambat dibandingkan dengan influenza. Bahkan varian baru di Inggris tetap jauh lebih tidak dapat menular daripada penyakit lain seperti gondongan.

Mereka mengatakan vaksin yang dikembangkan untuk memerangi Covid-19 juga harus menangani varian baru, meskipun pengujian sedang dilakukan untuk memastikan masalahnya.

"Sejauh ini, meskipun kami telah melihat sejumlah perubahan dan mutasi, tidak ada yang berdampak signifikan pada kerentanan virus terhadap terapi, obat-obatan, atau vaksin yang sedang dikembangkan," kata Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan.

WHO menyatakan pihaknya mengharapkan mendapatkan lebih banyak detail dalam beberapa hari ini tentang potensi dampak dari jenis virus corona baru yang sangat mudah menular itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liga Inggris who Virus Corona
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top