Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Imbas Mutasi Covid-19, Inggris Kian Terisolasi

Inggris kian terisolasi setelah sejumlah negara memblokir penerbangan dari negeri Ratu Elizabeth tersebut menyusul ditemukannya mutasi covid-19.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 Desember 2020  |  07:26 WIB
Perumahan di Wallsend, Inggris./Bloomberg - Matthew Lloyd
Perumahan di Wallsend, Inggris./Bloomberg - Matthew Lloyd

Bisnis.com, JAKARTA—Jumlah negara yang memblokir penerbangan dan pelancong dari Inggris kian  bertambah setelah pemerintah negara itu mengatakan pada hari Minggu bahwa penyebaran jenis baru virus corona yang lebih menular sekarang "di luar kendali".

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan para ilmuwan mengumumkan bahwa mutasi virus  tersebut telah menyebabkan peningkatan jumlah infeksi

Setelah sejumlah negara tetangga seperti Belanda, Prancis dan Jerman melarang penerbangan dan arus kapal dari  Inggris, kini sedikitnya 27 negara tercatat mengambil tindakan yang sama meski dengan durasi waktu yang berbeda-beda.

Berikut negara-negara yang telah mengumumkan larangan perjalanan sejauh ini:

Argentina melarang penerbangan dari Inggris. Dikatakan bahwa penerbangan terakhir dari Inggris akan tiba di negara itu pada hari ini.

Belgia melarang penerbangan dari Inggris setidaknya selama 24 jam dari tengah malam pada hari Minggu waktu setempat. Sedangkan Bulgaria menyatakan penerbangan ke dan dari Inggris akan ditangguhkan mulai Minggu tengah malam hingga 31 Januari. 

Sedangkan Kanada melarang semua penerbangan Inggris selama 72 jam. Chili mengumumkan menangguhkan penerbangan dari Inggris mulai Selasa dan Kolombia akan menangguhkan semua penerbangan ke Inggris.

Kroasia menyatakan menghentikan sementara lalu lintas udara penumpang dari Inggris selama 48 jam. Sementara itu, Denmark telah menangguhkan penerbangan dari Inggris selama 48 jam mulai Senin pukul 09:00 waktu setempat.

Presiden El Salvador Nayib Bukele mengatakan siapa pun yang pernah berada di Inggris atau Afrika Selatan dalam 30 hari terakhir tidak akan diizinkan masuk ke negara itu. Sedangkan Estonia, Latvia, dan Lituania telah menghentikan penerbangan dari Inggris.

Finlandia  melarang penerbangan dari negara itu selama dua minggu. Sedangkan Hong Kong melarang penerbangan dari Inggris karena adanya jenis virus corona baru.

Italia memblokir penerbangan dari Inggris Raya dan "masuknya orang-orang yang telah tinggal di sana selama 14 hari terakhir ke Italia". Alasannya virus jenis baru itu telah ditemukan pada satu orang di Italia yang baru saja kembali dari Inggris.

India mengumumkan penangguhan semua penerbangan yang berasal dari Inggris ke negara itu hingga akhir tahun, kata kementerian penerbangan dalam sebuah tweet seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (22/12).

Iran juga memerintahkan penerbangan dari Inggris ditangguhkan selama dua minggu. Sementara itu, Irlandia melarang semua penerbangan yang tiba dari Inggris mulai Minggu tengah malam selama setidaknya 48 jam.

Israel menyatakan pihaknya melarang masuk warga asing yang bepergian dari Inggris, Denmark dan Afrika Selatan. Sedangkan Yordania menangguhkan penerbangan ke dan dari Inggris dari Senin hingga 3 Januari.

Kuwait juga menambahkan Inggris ke dalam daftar negara "berisiko tinggi" dan penerbangan dari negara itu dilarang masuk sebagaimana juga Maroko yang melarang semua penerbangan ke Inggris mulai hari Minggu.

Norwegia akan menangguhkan penerbangan dari Inggris dengan efek segera selama minimal 48 jam, kata menteri kesehatan Norwegia dalam sebuah pernyataan.Peru dan Polandia menangguhkan penerbangan dari Inggris mulai tengah malam hari ini.

Portugal dillaporkan menangguhkan penerbangan dari Inggris mulai Selasa. Hal yang sam diikuti oleh Rumania, Spanyol, dan Afrika Selatan. Sedangkan Swiss menghentikan penerbangan sampai pemberitahuan lebih lanjut sebagimana juga dilakukan Turki.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liga Inggris Virus Corona Boris Johnson
Editor : Edi Suwiknyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top