Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Benarkah Gelandangan Tidak Ada yang Terinfeksi Virus Corona?

Tunawisma ataupun gelandangan tetap memiliki potensi tertular virus corona (Covid-19), bahkan memiliki potensi lebih berat dibanding populasi umum.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 07 Desember 2020  |  07:42 WIB
Pengemis - Kemsos.go.id
Pengemis - Kemsos.go.id

Bisnis.com, JAKARTA -- Salah satu opini pendukung bagi para konspirator pandemi adalah tidak ada gelandangan atau tunawisma atau orang gila yang tertular virus corona. Mereka beranggapan bahwa Covid-19 ini hanya bualan.

Menurut mereka, buktinya adalah para tunawisma di jalan raya tidak menggunakan masker dan tidak cuci tangan bisa tetap sehat dan tidak tertular Covid-19, benarkah demikian? Dokter Samuel Sembiring di RS Hasan Sadikin Bandung mengatakan bahwa perlu diketahui bahwa tidak ada satupun manusia yang benar-benar bebas risiko tertular Covid-19.

“Menurut CDC, para tunawisma ataupun gelandangan tetap memiliki potensi tertular Covid-19, bahkan memiliki potensi lebih berat dibanding populasi umum. Sehingga opini bahwa gelandangan tidak ada yang kena Covid-19 sebenarnya keliru,” tuturnya dikutip dari Instagram @doktersam, Senin (7/12/2020).

Lalu, mengapa jumlah Covid-19 dengan status tunawisma jarang ada? Karena tidak diperiksa. Saat ini belum pernah dilakukan pemeriksaan secara khusus dan menyeluruh bagi para tunawisma.

Kebijakan pemerintah secara resmi untuk menskrining para tunawisma sampai saat ini belum ada, sehingga tidak bisa diambil kesimpulan ada tidaknya atau seberapa banyak tunawisma yang tertular Covid-19.

Meski demikian, beberapa dinas sosial pernah berinisiatif untuk melakukan uji rapid test pada tunawisma. Sementara itu, tes Covid-19 pada tunawisma sudah pernah dilakukan di Seattle, Boston, San Francisco dan Atlanta. Dari 1192 orang yang diperiksa ternyata 25 persen diantaranya positif Covid-19.

“Tanpa disadari para gelandangan telah menerapkan physical distancing. Dan orang disekitarnya juga menjaga jarak dari para tunawisma. Seperti yang kita ketahui, jaga jarak juga termasuk salah satu protokol kesehatan kita. Untuk itu stop mengatakan Covid-19 ini hanya konspirasi dan stop mengatakan gelandangan tidak ada yang kena Covid-19,” katanya.

Masyarakat juga dihimbau untuk tetap mematuhi 3M [memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak] sehingga tingkat penularan Covid-19 bisa ditekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top