Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Para Crazy Rich Bakal Dikenakan Pajak untuk Bantuan Pandemi Corona

Senator meloloskan pungutan satu kali yang dijuluki "pajak jutawan" dengan 42 suara setuju dibandingkan 26 suara menolak pada hari Jumat.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 06 Desember 2020  |  09:10 WIB
Pajak
Pajak

Bisnis.com, JAKARTA -  Argentina memberlakukan pajak baru pada orang-orang terkaya untuk membayar pasokan medis dan tindakan bantuan di tengah pandemi virus korona yang sedang berlangsung.

Senator meloloskan pungutan satu kali yang dijuluki "pajak jutawan" dengan 42 suara setuju dibandingkan 26 suara menolak pada hari Jumat.

Mereka yang memiliki aset bernilai lebih dari 200 juta peso (US$2,5 juta; £1,8 juta) harus membayar pajak itu. Diperkirakan ada sekitar 12.000 orang yang akan terkena pajak itu.

Untuk kasus covid-19, Argentina telah mencatat hampir 1,5 juta infeksi dan hampir 40.000 kematian akibat virus korona.

Negara ini telah terpukul keras oleh pandemi, menjadi negara kelima di dunia yang melaporkan satu juta kasus yang dikonfirmasi pada bulan Oktober meskipun hanya memiliki populasi sekitar 45 juta orang menjadikannya negara terkecil pada saat itu yang melampaui angka itu.

Langkah-langkah penguncian semakin merusak ekonomi yang berjuang dengan pengangguran, tingkat kemiskinan yang tinggi dan hutang pemerintah yang besar. Argentina telah mengalami resesi sejak 2018.

Salah satu penulis undang-undang mengatakan itu hanya akan memengaruhi sekitar 0,8% pembayar pajak. Mereka yang terkena dampak akan membayar tarif progresif hingga 3,5% untuk kekayaan di Argentina dan hingga 5,25% untuk kekayaan di luar negeri.

Dari uang yang terkumpul, 20% akan digunakan untuk persediaan medis, 20% untuk bantuan untuk usaha kecil dan menengah, 20% untuk beasiswa bagi pelajar, 15% untuk perkembangan sosial, dan 25% sisanya untuk bantuan alam. usaha gas.

Pemerintah kiri-tengah Presiden Alberto Fernandez berharap dapat mengumpulkan 300 miliar peso.

Tetapi kelompok oposisi khawatir hal itu akan membuat investor asing patah semangat, dan itu tidak akan menjadi pajak satu kali.

Partai kanan-tengah Juntos por el Cambio dilaporkan menggambarkannya sebagai "penyitaan".

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak argentina
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top