Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terbukti Suap Bowo Sidik, Eks Direktur Humpuss Dihukum 17 Bulan

Mantan Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Taufik Agustono terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah menyuap mantan Anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 30 November 2020  |  18:17 WIB
Suasana sidang virtual pembacaan vonis terhadap mantan Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Taufik Agustono yang didakwa menyuap eks Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (30/11/2020) - AntaraDesca Lidya Natalia
Suasana sidang virtual pembacaan vonis terhadap mantan Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Taufik Agustono yang didakwa menyuap eks Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (30/11/2020) - AntaraDesca Lidya Natalia

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Taufik Agustono dijatuhi hukuman 1 tahun 5 bulan pidana penjara dan denda Rp100 juta subsider 4 bulan kurungan.

Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menyatakan Taufik terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah menyuap mantan Anggota Komisi VI DPR, Bowo Sidik Pangarso melalui orang kepercayaannya, M. Indung Andriani. Perbuatan itu dilakukan Taufik bersama-sama mantan Marketing Manajer PT HTK, Asty Winasti.

"Menyatakan terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim, Ponto saat membacakan amar putusan terhadap Taufik di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (30/11/2020).

Vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim lebih rendah ketimbang tuntutan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Jaksa menuntut agar Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 2 tahun pidana penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan. Dalam memutua perkara ini, Majelis Hakim mempertimbangkan sejumlah hal.

Hal yang memberatkan, Taufik dinjlai tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas korupsi.

Sementara itu untuk hal yang meringankan, Hakim menyatakan, Taufik telah berlaku sopan selama proses persidangan, belum pernah dihukum dan memiliki tanggungan.

Atas putusan ini, Jaksa Penuntut maupun Taufik dan kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir sebelum memutuskan langkah hukum berikutnya.

Seperti diketahui, Jaksa mendakwa Taufik bersama-sama Asty menyuap Bowo Sidik melalui Indung. Suap itu diberikan Taufik dan Asty agar Bowo Sidik membantu PT HTK mendapatkan kerjasama pekerjaan pengangkutan dan atau sewa kapal dengan PT PILOG.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr suap humpuss suap bowo sidik
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top