Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembunuhan di Sigi, Jokowi: Usut Jaringan Terorisme Hingga ke Akarnya!

Jokowi meminta Kapolri Idham Azis dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindakan kelompok kejahatan.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 30 November 2020  |  17:34 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan  sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang terdampak COVID-19. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020). Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang terdampak COVID-19. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - Pool

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mengusut tuntas kasus terorisme yang menyebabkan empat korban jiwa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

“Saya sudah memerintahkan Kapolri [Idham] untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan itu sampai ke akar-akarnya,” kata Jokowi dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (30/11/2020).

Lebih lanjut, Kepala Negara juga meminta kepada Kapolri Idham dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tindakan kelompok kejahatan.

Jokowi pun mengutuk keras tindakan terorisme tersebut yang dinilainya biadab dan tidak berkeprikemanusiaan.

“Saya tegaskan bahwa tidak ada tempat di Tanah Air kita ini bagi terorisme,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD juga menyatakan bahwa aksi teror di Kabupaten Sigi yang dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora bukanlah gerakan keagamaan melainkan gerakan kejahatan.

Dia menegaskan bahwa pemerintah telah menerjunkan Satgas Operasi Tinombala untuk melakukan pengejaran dan pengepungan terhadap para pelaku.

“Kami akan mengambil langkah-langkah yang tegas dan sudah mengambil langkah-langkah yang tegas dan akan diteruskan secara lebih tegas lagi. Operasi ini dipimpin oleh Polri dalam tim atau satgas Tinombala," ujarnya.

Selain itu, Panglima TNI Hadi Tjahjanto menyatakan akan mengirimkan pasukan khusus untuk bergabung dengan Polri guna memperkuat keamanan di wilayah Sulawesi Tengah.

"TNI akan menindak tegas atas pelaku yg dilaksanakan oleh MIT dalam hal ini TNI akan mendukung Polri. Besok pagi akan diberangkatkan pasukan khusus dari Halim menuju Palu dan ditugaskan di Poso. Untuk memperkuat pasukan yang sudah ada sebelumnya di Poso," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dalam jumpa pers yang ditayangkan di kanal YouTube Kemenkopolhukan, Senin (29/11/2020).

Dia menyatakan bahwa hal ini dilakukan untuk memenuhi harapan masyarakat Indonesia agar kelompok Ali Kalora dapat segera diringkus dan diadili.

"Dukungan untuk operasi sudah kita kirim secara bertahap. Dengan dukungan operasi tersebut saya yakin kelompok MIT yang melakukan kejahatan atas penduduk yang tidak berdosa segera tertangkap," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi kapolri panglima tni terorisme
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top