Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Hasil Swab Rizieq Shihab: Rahasia Medis Pasien Covid-19 Bisa Diungkap, Asal...

Sejumlah Undang-Undang mengatur bahwa pengungkapan rahasia medis diperbolehkan apabila didasarkan pada kepentingan umum.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 29 November 2020  |  14:30 WIB
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta. - Antara\r\n
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab saat memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta. - Antara\\r\\n

Bisnis.com¸ JAKARTA – Sikap Rizieq Shihab yang menolak mengungkapkan hasil swab test dirinya ke publik mendapat tanggapan dari Gugus Tugas Covid-19.

Sebelumnya, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab atau dikenal dengan Habib Rizieq Shihab (HRS) menuliskan surat pernyataan yang berisikan penegasan dirinya menolak membuka informasi mengenai hasil pemeriksaan medis dirinya.

Surat tersebut juga viral di media sosial dan telah dibenarkan oleh Sekretaris Bantuan Hukum DPP Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar.

"Beliau keberatan [hasil swab test-nya dibuka ke umum]," ujar Aziz. 

Ia mengatakan Rizieq memiliki hak menyimpan informasi rekam medisnya, sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 749A/Menkes/Per/XII/1989 Tahun 1989 tentang Rekam Medik/Medical Records.

Pasal 11 Permenkes 1989 tersebut menyatakan bahwa rekam medik merupakan berkas yang wajib dijaga kerahasiaannya. 

Menanggapi hal ini, Tenaga Ahli Ketua Gugus Tugas Covid-19 sekaligus Ketua Asosiasi Dosen Hukum Kesehatan Indonesia, M. Nasser, mengatakan bahwa pengungkapan rahasia medis diperbolehkan apabila didasarkan pada kepentingan umum.

Ketentuan ini salah satunya berdasarkan Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Pasal 57 ayat (2) UU ini menyatakan bahwa ketentuan mengenai hak atas rahasia kondisi kesehatan pribadi tidak berlaku jika menyangkut kepentingan masyarakat luas, khususnya dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Jadi rahasia medik seseorang dapat dibuka bila berhadapan dengan kepentingan kesehatan publik. Sementara itu menyembunyikan identitas pasien infeksi wabah Covid hanyalah akan mendukung penyebaran rasa takut pada masyarakat,” ungkap M. Nasser dalam paparannya yang diterima Bisnis, Minggu (29/11/2020).

Dia menjelaskan, Pasal 57 UU No.36/2009 tersebut, serta tiga UU lain termasuk UU No.29/2004 pasal 48 tentang praktek kedokteran, Pasal 38 UU No.44/2009 tentang Rumah Sakit, dan pasal 73 UU NO.36/2014 tentang Tenaga Kesehatan, bersifat Lex Specialis.

Dengan adanya empat undang-undang lex specialis ini, maka dengan azaz hukum  Lex specialis derogate lex generalis  dapat mengabaikan pasal 322 KUHP tentang kewajiban menyimpan rahasia.

“Sementara itu peraturan perundangan yang dibawahnya seperti Permenkes tidak dibahas karena selalu tunduk dan tidak bertentangan normanya dengan norma undang-undang,” ujarnya.

Berdasarkan ketentuan ini, M.Nasser mengatakan Pemerintah dalam hal ini Walikota atau Kaporles selaku Gugus Tugas setempat  bisa meminta rumah sakit atau siapa saja yang menyimpan rahasia kesehatan itu membukanya kepada pemerintah.

Pihak rumah sakit tidak berada dalam posisi untuk menyimpan rahasia pasien apabila diminta untuk dibuka sesuai pasal-pasal UU di atas. Pemerintah juga berkewajiban untuk menyimpan rahasia ini dan tidak membukanya ke publik kecuali hanya untuk kepentingan pembuatan kebijakan pemerintah.

“Upaya pemerintah untuk meminta rumah sakit membuka rahasia medik yang didasar kan pada kepentingan umum adalah upaya yang mengikat dan berkekuatan hukum,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rizieq shihab Covid-19
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top