Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cerita Fahri Hamzah Rugi Dua Kali Bisnis Ekspor Benih Lobster

Fahri merugi saat membangun usaha tersebut. Hal ini terjadi akibat biaya yang harus dikeluarkan dengan harga jual di vietnam tidak sebanding.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 26 November 2020  |  11:36 WIB
Fahri Hamzah - Antara
Fahri Hamzah - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Politisi Partai Gelora Fahri Hamzah mengaku dua kali rugi saat mengekspor benih lobster.

Oleh karena itu, Fahri heran masih banyak orang yang menjalankan bisnis tersebut.

Usai pensiun sebagai Pimpinan DPR, Fahri Hamzah memulai budidaya benih lobster di kampungnya, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Dia mengajak masyarakat di desanya untuk memulai budaya dan menjualnya langsung.

Namun, jauh panggang dari api. Fahri merugi saat membangun usaha tersebut. Hal ini terjadi akibat biaya yang harus dikeluarkan dengan harga jual di vietnam tidak sebanding dengan ongkos nelayan dan proses cukai serta karantina di dalam negeri.

“Peraturan mengatakan harga di nelayan nggak boleh kurang dari Rp5.000 tapi begitu dicek harga internasional di bawah 1 dolar. Bisa-bisa Rp10.000 - Rp11.000,” cerita Fahri di Youtube Najwa Shihab dikutip Kamis (26/11/2020).

“Mengetahui rantai biaya di tubuh pemerintah saja, karantina, cukai, kargo dan lain itu kita hitung-hitung karena harga jatuh, ya nggak cukup, makanya saya keputusannya berhenti,” ujarnya.

Kebuntuan tersebut menyebabkan sejumlah oknum melakukan jalan pintas dengan menyeludupkan barang ke luar negeri tanpa proses bea cukai dan karantina. Tindakan itu agar tetap mendapat keuntungan dari ekspor itu.

“Rugi Na [Najwa Shihab], ya Allah, bangkrut gua dua kali,” terangnya.

Kendati demikian, bisnis itu tetap memberi keuntungan kepada nelayan. Bahkan, nelayan lanjut Fahri, menetapkan tarif hingga belasan ribu rupiah. Angka ini dinilai memang tidak akan memberi keuntungan kepada pengusaha.

“Nelayan tetap untung, nelayan malah pasang harga mendekati Rp10.000. Bahkan ada belasan ribu. Jadi harga nelayan Rp11.000, harga di Vietnam juga Rp11.000 - Rp12.000. Ya mati lah kita.”

Fahri bahkan heran masih ada pengusaha yang masih mau mengekspor benih lobster.

“Ya karena bego dia nggak tahu bahwa itu rugi. Akhirnya, jadi penyelundup,” tuturnya.

Sebelumnya, Politisi Partai Gelora itu ikut berkomentar usai Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terkait kasus ekspor benih lobster, Rabu (25/11/2020).

Sejatinya, Fahri tidak memberikan banyak komentar atas penangkapan tersebut. Dia hanya mendukung tindakan yang dilakukan oleh komisi antirasuah itu.

"#MajuTerusKPK," tulisnya di akun Twitter, Rabu (25/11/2020).

Selain itu, dua jam sebelum unggahan tersebut, mantan Pimpinan DPR RI itu hanya mencuit satu kata. "ALHAMDULILLAH."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kkp fahri hamzah benih lobster
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top