Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Walhi dan AMAN Tolak Undangan Bertemu Jokowi di Istana

Alasan pertama Walhi dan AMAN menolak untuk datang menemui Presiden Jokowi lantaran undangan yang diberikan istana tak jelas dan terlalu mendadak.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 November 2020  |  23:50 WIB
Anggota Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) berfoto di mobil golf usai pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/3). - Antara/Rosa Panggabean
Anggota Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) berfoto di mobil golf usai pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/3). - Antara/Rosa Panggabean

Bisnis.com, JAKARTA - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menolak memenuhi undangan Presiden Joko Widodo ke Istana Negara, pada Senin (23/11/2020).

Kedua aliansi menolak untuk datang menemui Presiden Jokowi lantaran undangan yang diberikan istana tak jelas dan terlalu mendadak.

Sekretaris Jenderal AMAN Rukka Sombolinggi mengatakan mendapat pesan WhatsApp berisi undangan bertemu Jokowi dari protokoler Istana pada Kamis (19/11/2020). Awalnya pertemuan direncanakan pada Jumat (20/11/2020), tetapi kemudian diundur menjadi Senin kemarin.

"Setelah konsultasi di AMAN dan dengan beberapa teman jaringan, sahabat-sahabat masyarakat adat, kita putuskan untuk tidak hadir," kata Rukka dalam acara diskusi daring, Selasa (24/11/2020).

Selain itu, dalam undangan tersebut Rukka mengatakan disebutkan bahwa Jokowi 'berkenan' menerima AMAN. Padahal, dia menuturkan AMAN maupun Walhi tak pernah meminta pertemuan apapun dengan Jokowi.

Hal serupa diceritakan oleh Direktur Eksekutif Walhi, Nur Hidayati. Undangan yang berupa pesan WhatsApp hingga waktu pesan dikirim, juga penundaan sama persis dengan yang diterima AMAN. Nur Hidayati pun sempat berkonsultasi dulu sebelum memutuskan akhirnya tak memenuhi undangan tersebut.

"Yang pertama adalah ketidakjelasan agenda pertemuan. Jadi kami sudah menanyakan apa agenda dari pertemuan ini, tapi memang dijawab oleh protokoler Istana yang membalas WhatsApp bahwa kami tak diberikan informasi soal agenda tersebut," kata Nur Hidayati.

Bagi Walhi, kata dia, agenda yang akan dibahas penting untuk diketahui terlebih dulu. Selain akan menjadi topik yang penting dibicarakan, Walhi juga dapat meninmbang relevansinya dengan apa yang sedang menjadi fokus perhatian Walhi saat ini.

Penolakan hadir juga didasarkan dengan melihat konteks kekinian. Nur Hidayati mengatakan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja oleh Jokowi juga menjadi alasan. Dia melihat pemerintah dan DPR tak mendengar dan melibatkan masyarakat dalam membahas omnibus law tersebut.

Nur Hidayati mengaku khawatir jika undangan tersebut hanya menjadi upaya memecah belah koalisi masyarakat sipil saja. Dia menuturkan sebelumnya, modus yang sama dengan mengundang satu organisasi ke istana dan tak mengundang organisasi lainnya, kerap membuat keretakan di tengah koalisi.

"Itu sering dilakukan pemerintah. Dan kami tak mau bahwa upaya-upaya ini bisa memecah belah gerakan kami. Ini juga yang jadi concern utama kami," kata dia.

Nur Hidayati menegaskan bahwa upaya seperti itu tak akan bisa lagi diterapkan. "Kami ingin memberikan pesan yang kuat bahwa kami masyarakat sipil masih solid, kami tak bisa dipecah-pecah dengan upaya seperti itu," kata Nur Hidayati.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi walhi masyarakat adat

Sumber : Tempo

Editor : Oktaviano DB Hana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top