Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gugatan Hasil Pilpres Ditolak, Trump Mulai Upaya Intervensi Ini

Hakim negara bagian Arizona menolak gugatan Republik yang meminta perluasan audit pada hari pemilihan. Penolakan serupa terjadi di Penssylvania dan Georgia.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 20 November 2020  |  16:59 WIB
Calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - Istimewa
Calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Hakim negara bagian Arizona, Pennsylvania, dan Georgia menolak gugatan hukum terkait Pilpres 2020 yang diajukan oleh pihak Donald Trump dan Partai Republik.

Hakim negara bagian Arizona menolak gugatan Republik yang meminta perluasan audit pada hari pemilihan. Hal ini dianggap oleh pengacara daerah dapat menunda sertifikasi surat suara negara bagian.

Hal yang sama juga terjadi di Pennsylvania, di mana upaya tim kampanye Trump untuk menuntut hasil Pilpres sebanyak 2.000 surat suara yang tidak hadir karena permasalahan teknis.

Perlu diketahui, negara bagian ini termasuk negara bagian swing state atau wilayah yang sangat berpengaruh terhadap hasil pemilu dalam kacamata politik AS.

Sementara itu, hakim federal Georgia menolak gugatan Lin Wood, elektor Republik yang mengajukan gugatan pelanggaran konstitusional di pengadilan, dianggap melakukan kecurangan dalam pemilihan presiden, dan berusaha memblokir sertifikasi hasil pemilu.

"Hak individu untuk memilih adalah sesuatu yang agung. Namun tidak berarti pemilih individu punya hak untuk mendikte,” kata Hakim Steven Grimberg di Distrik Utara Georgia katanya seperti dikutip dari CNN International.

Georgia telah menyelesaikan perhitungan suara dan telah mengkonfirmasi bahwa Joe Biden memenangkan hasil Pilpres AS 2020. Hal ini diberitakan oleh kantor Sekretariat Negara.

Biden tercatat mengalahkan Trump sebanyak 12.284 surat suara. Hasil ini agak lebih rendah dari perhitungan pra audit.

Otoritas juga telah berkali-kali mengknfirmasi bahwa tidak ditemukannya kecurangan atau penyimpangan yang terjadi pada Piklpres AS 2020.

Sementara itu, New York Times melaporkan Trump masih berupaya mengintervensi proses elektoral nasional dengan mengundang legislator Republik dari Michigan ke Gedung Putih pada Jumat (20/11/2020) waktu setempat. Hal ini seiring dengan persiapan pelantikan Presiden terpilih AS Joe Biden.

Tak hanya itu, Trump juga menelpon pemimpin di Partai Republik di Detroit setelah dia memberikan suara untuk menyatakan kemenangan luar biasa Biden.

Presiden Donald trump juga meminta bantuan kepada pejabat Republikan untuk menghindari pengesahan hasil Pilpres yang artinya merupakan kekalahan dirinya terhadap Biden.

Pihak Trump akan berupaya campur tangan dan menunjuk elektoral dari kubu pro-Trump di negara bagian yang dimenangkan oleh Biden agar mendukungnya dalam pertemuan Electoral College pada 14 Desember.

Transisi Biden yang selama ini dihalang-halangi oleh Trump menyatakan kegeramannya terhadap penolakan presiden atas kemenangan dirinya. Bahkan Biden menyebut Trump sebagai salah satu presiden paling tidak bertanggung jawab dalam sejarah Amerika Serikat.

“Ini menunjukkan pesan yang mengerikan tentang siapa kita sebagai negara,” kata Biden saat menyampaikan sambutan di Wilmington, Delaware setelah diskusi yang membahas perekonomian dengan gubernur dari Demokrat dan Republik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pilpres amerika Donald Trump Pilpres AS 2020 Joe Biden
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top