Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masjid Pertama di Athena Dibuka

Athena kini melepaskan status menyedihkan sebagai satu-satunya Ibu Kota di Uni Eropa yang tidak memiliki masjid.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 November 2020  |  04:57 WIB
Ilustrasi -Warga Palestina menunaikan salat Jumat di sebuah masjid di tempat suci yang dibuka kembali bagi umat muslim di tengah kekhawatiran akan penyebaran Covid-19, di bagian utara Jalur Gaza, Jumat (22/5/2020). - Antara/Reuters
Ilustrasi -Warga Palestina menunaikan salat Jumat di sebuah masjid di tempat suci yang dibuka kembali bagi umat muslim di tengah kekhawatiran akan penyebaran Covid-19, di bagian utara Jalur Gaza, Jumat (22/5/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA  - Masjid pertama di Athena sejak abad ke-19 akhirnya dibuka bagi jamaah muslim pada Senin (2/11/2020), media setempat melaporkan.

Dengan dibukanya masjid tersebut, Athena kini melepaskan status menyedihkan sebagai satu-satunya Ibu Kota di Uni Eropa yang tidak memiliki masjid.

Imam pertama masjid tersebut bernama Zaki Mohammed, 49, warga Yunani yang berasal dari Maroko, demikian lansiran harian Yunani Ekathimerini.

Doa pembukaan masjid dilakukan dengan menjaga jarak sosial akibat meningkatnya kasus Covid-19 di Yunani, seperti di sebagian besar Eropa.

Keputusan untuk membangun sebuah masjid di Athena pertama kali dibuat pada 2006, dengan anggaran 1,04 juta dolar AS (sekitar Rp15,1 miliar), namun birokrasi yang bertele-tele, protes dari kelompok sayap kanan dan rintangan hukum menghentikan proses tersebut.

Hingga saat ini, setengah juta umat muslim di kota tersebut harus menggunakan ruang bawah tanah yang kotor dan lokasi yang tidak sehat untuk menjalankan ibadah solat, kata Ibrahim Serif, mufti terpilih dari Kota Komotini (Gumulcine) di Trakia Barat, kepada Anadolu pada 2017.

Turki telah lama mengecam pelanggaran oleh Yunani terhadap hak-hak minoritas Turki dan umat muslim, mulai dari menutup masjid dan membiarkan masjid bersejarah rusak, hingga menolak untuk mengakui pemilihan umat muslim atas mufti mereka sendiri.

Tindakan ini melanggar Perjanjian Lausanne 1923 sekaligus putusan Pengadilan HAM Eropa (ECHR), sehingga menjadikan Yunani sebuah negara yang merendahkan hukum, kata pejabat Turki.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

athena masjid yunani

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top