Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Elektabilitas Capres 2024: Ridwan Kamil Melorot, Ganjar Tempel Prabowo

Elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang semula melesat kini kembali melorot, sedangkan Anies Baswedan terus mengalami penurunan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  09:56 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. - Youtue@bnpb
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. - Youtue@bnpb

Bisnis.com, JAKARTA - Hasil survei terbaru yang dilakukan Y-Publica menunjukkan elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih unggul meski ditempel ketat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam siaran persnya, mengatakan elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang semula melesat kini kembali melorot, sedangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus mengalami penurunan.

"Prabowo masih menjadi calon presiden unggulan, tetapi makin ditempel ketat Ganjar, sementara Kang Emil dan Anies melorot elektabilitasnya dalam tiga bulan terakhir," kata Rudi, Rabu  (28/10/2020).

Pada bulan Maret 2020, Prabowo jauh memimpin dengan raihan 23,7 persen, tetapi bergerak turun menjadi 17,3 persen pada bulan Juli, dan sekarang tinggal 16,5 persen. Sedangkan, Ganjar dari hanya 8,0 persen melesat menjadi 15,2 persen dan sekarang naik lagi menjadi 16,1 persen.

Sementara, Anies yang awalnya berada pada posisi kedua dengan elektabilitas 14,7 persen turun menjadi hanya 9,7 persen dan turun lagi menjadi 8,6 persen.

Kang Emil dari hanya 4,9 persen melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi 12,1 persen dan kini melemah menjadi 11,8 persen.

Ganjar yang menjadi tokoh PDIP dengan elektabilitas tertinggi masih harus bersaing dengan nama-nama lain di internal partai.

Ada nama-nama seperti Tri Rismaharini, dan tentu saja Puan Maharani sebagai penerus dinasti politik Soekarno masuk dalam bursa capres internal.

"Ganjar, Kang Emil, dan Anies, bahkan Sandiaga Uno, besar dalam pertarungan pilkada langsung, tetapi tidak menjadi bagian dari parpol ataupun lingkaran dinasti politik," papar Rudi.

Sandi masih mempunyai elektabilitas yang cukup tinggi, meskipun turun (10,3 persen-8,5 persen-8,1 persen). Menyusul di bawahnya Khofifah Indar Parawansa (0,9 persen-3,7 persen-4,5 persen) dan Risma (3,6 persen-3,4 persen-3,1 persen). Lalu ada Erick Thohir (4,1 persen-2,9 persen-3,3 persen) dan Agus Harimurti Yudhoyono (1,6 persen-2,6 persen-2,2 persen).

Selain itu, ada Mahfud MD (2,9 persen-1,3 persen-1,5 persen), Puan (1,1 persen-1,2 persen-1,1 persen), Susi Pudjiastuti (0,8 persen-1,1 persen-1,0 persen), dan Airlangga Hartarto (0,8 persen-1,0 persen-0,9 persen).

"Pendatang baru kali ini adalah Giring Ganesha yang juga Plt ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dengan elektabilitas 1,6 persen," tambah Rudi.

Survei Y-Publica dilakukan pada 11-20 Oktober 2020 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.

Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error ±2,89 persen, tingkat kepercayaan 95 persen.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ganjar pranowo prabowo subianto Pilpres 2024
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top