Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Satgas Covid-19: Destinasi Wisata Antisipasi Klaster Libur Panjang

Pemerintah daerah diminta membatasi tingkat kapasitas kunjungan di lokasi wisata.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 29 Oktober 2020  |  07:29 WIB
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memberikan penjelasan kepada wisatawan mancanegara terkait penutupan sementara objek wisata Pantai Batu Belig di Badung, Bali, Rabu (1/4/2020) - Antara/Fikri Yusuf
Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memberikan penjelasan kepada wisatawan mancanegara terkait penutupan sementara objek wisata Pantai Batu Belig di Badung, Bali, Rabu (1/4/2020) - Antara/Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA – Daerah-daerah yang menjadi destinasi wisata di Indonesia diminta siap siaga selama libur panjang agar terhindar dari terbentuknya klaster Covid-19 baru.

"Kami mengingatkan mulai 28 Oktober 2020 sampai akhir minggu ini adalah libur panjang. Untuk daerah-daerah destinasi wisata, kami mohon kesiapsiagaannya untuk mengantisipasi timbulnya klaster libur panjang," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, melalui keterangan pers, dikutip Kamis (29/10/2020).

Berkaca pada pengalaman sebelumnya, libur panjang terbukti berdampak pada penambahan kasus positif di tingkat nasional.

Hal ini dipicu karena terjadinya kerumunan di berbagai lokasi yang dikunjungi masyarakat selama masa liburan dan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

Lebih lanjut, Wiku menjelaskan bahwa masa liburan kerap digunakan masyarakat untuk mengunjungi destinasi wisata maupun pulang kampung untuk menemui sanak saudara.

Terkait hal ini, Satgas Penanganan Covid-19 mengimbau masyarakat untuk tetap menjauhi daerah-daerah yang ramai dikunjungi saat liburan.

Pemerintah daerah diminta membatasi tingkat kapasitas kunjungan di lokasi wisata, maksimal 50 persen dari total pengunjung. Pemda dapat bekerja sama dengan pengelola wisata, optimalkan satuan tugas daerah dan fasilitas kesehatan yang ada, terutama tracing dan screening.

"Tingkatkan kapasitas dan fasilitas testing bagi masyarakat yang melakukan perjalanan," tambahnya.

Yang lebih penting, menurutnya masyarakat diminta untuk menghabiskan waktu liburannya di rumah saja dan tidak perlu keluar rumah tanpa ada kepentingan yang mendesak.

Namun, apabila memang ada kepentingan mendesak, sangat disarankan melakukan skrining Covid-19 sebelum berangkat dan sepulang bepergian.

"Tetaplah berkumpul bersama keluarga dirumah, serta lakukan kegiatan di lingkungan masing-masing dengan tetap mematuhi protokol kesehatan 3M [memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan]," pesan Wiku.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Liburan Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top