Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Massa Tak Dikenal Muncul di Tengah Aksi Mahasiswa, TNI Turun Tangan

Pasukan dari TNI diturunkan untuk mengawal dan membubarkan massa yang tidak dikenal tersebut.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Oktober 2020  |  17:59 WIB
Pasukan TNI turun untuk membubarkan massa aksi dari kelompok tak dikenal di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Rabu (28/10/2020). - Antara/Livia Kristianti
Pasukan TNI turun untuk membubarkan massa aksi dari kelompok tak dikenal di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Rabu (28/10/2020). - Antara/Livia Kristianti

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi unjuk rasa mahasiswa menolak UU Cipta Kerja hari ini diwarnai munculnya massa dari kelompok tidak dikenal.

Merespons hal itu pasukan dari TNI diturunkan untuk mengawal dan membubarkan massa yang tidak dikenal tersebut.

Aksi unjuk rasa mahasiswa berlangsung di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Rabu (28/10/2020).

Dandim 0501/JP BS Kolonel Inf Luqman Arief memberikan komando secara langsung kepada dua pasukan dari TNI AD dan TNI AL untuk membubarkan massa pada pukul 16.54 WIB.

"Ya saya Dandim Jakarta Pusat meminta adik-adik semua untuk pulang. Ya ayo pasukan TNI kita kawal adik-adik ini hingga bubar," kata Luqman yang terdengar memberi komando melalui pengeras suara di dekat Patung Kuda Arjuna Wiwaha, seperti dilaporkan Antara, Rabu (28/10/2020).

Para taruna TNI pun dengan segera mengarahkan massa yang tak dikenal kelompoknya itu ke arah Jalan MH Thamrin.

Tak lama petugas dari Dalmas (Pengendalian Massa) satuan Sabhara Kepolisian ikut diterjunkan untuk menghalau remaja-remaja tersebut agar membubarkan diri dari kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Sempat terjadi kemacetan di Bundaran Bank Indonesia akibat adanya pembubaran massa yang dilakukan oleh TNI dan Polri itu. Saat pembubaran massa tersebut, kondisi Bundaran HI masih dapat dilintasi oleh kendaraan.

Penyisiran yang dilakukan TNI dan Polri berhasil memecah massa. Dalam waktu 20 menit polisi berhasil membuat kondisi di sekitar kawasan Medan Merdeka kembali steril.

Hari ini ribuan massa melakukan demo menentang Omnibus Law Cipta Kerja, mereka berasal dari elemen buruh dan mahasiswa.

Menurut Tempo, tak hanya memadati area di samping Patung Kuda Arjuna Wiwaha, massa juga memadati kawasan Bundaran Bank Indonesia. 

Dampaknya, arus lalu lintas Jalan Medan Merdeka Selatan tak dapat dilalui di kedua arah, baik dari Stasiun Gambir maupun sebaliknya.  Kendaraan yang datang dari arah Jalan MH. Thamrin pun diarahkan untuk belok kiri ke samping Bank Indonesia.

Aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda terpecah menjadi beberapa titik. Massa mahasiswa berada di sisi kanan dan kiri Patung Kuda, tepatnya di depan Gedung Sapta Pesona Kementerian Parekraf.

Sebagian juga menggelar aksi demo di sekitar Bundaran Bank Indonesia, tepat di seberang lokasi massa dari buruh. Beberapa kelompok massa terlihat membakar ban di tengah jalan. 

Selain di kawasan Patung Kuda, demonstrasi yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda ini digelar di Tugu Proklamasi dan di depan Kompleks Parlemen. Demonstrasi tersebut digelar oleh berbagai elemen buruh, masyarakat, dan mahasiswa.

Kepolisian Daerah Metro Jaya menyiapkan 20 ribu personel kepolisian untuk menjaga tiga demonstrasi  hari ini. Massa yang hadir di tiga demonstrasi itu diperkirakan hingga empat ribu orang.

Polisi juga menyiapkan rencana pengamanan untuk menjaring para pendemo Omnibus Law yang akan berbuat rusuh. Penjaringan massa dimulai di titik-titik keberangkatan massa di sekitar wilayah Jabodetabek.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demo mahasiswa cipta kerja

Sumber : Antara/Tempo.co

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top