Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Arab Saudi Terima 650.000 Pengajuan Izin Umrah

Pengajuan ini menyusul dibukanya fase ketiga, di mana 20.000 jamaah setiap hari dapat melakukan Umrah dengan protokol kesehatan yang ketat.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  09:25 WIB
Umat muslim memakai masker pelindung, menyusul penularan virus corona baru, saat mereka beribadah di Ka'bah di Mesjid Raya, kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (3/3/2020). - Antara
Umat muslim memakai masker pelindung, menyusul penularan virus corona baru, saat mereka beribadah di Ka'bah di Mesjid Raya, kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (3/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Dengan tahap ketiga dimulainya kembali Umrah, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sejauh ini telah mengeluarkan lebih dari 650.000 izin Umrah elektronik pada 23 Oktober, menurut seorang pejabat kementerian.

Pengajuan ini menyusul dibukanya fase ketiga, di mana 20.000 jamaah setiap hari dapat melakukan Umrah dengan protokol kesehatan yang ketat.

Dr Amr Al-Maddah, wakil menteri di Kementerian Haji dan Umrah, mengatakan dalam wawancara Skype dengan saluran TV Al-Ekhbariya pada hari Jumat bahwa aplikasi Eatmarna telah melihat lebih dari 2,5 juta instalasi dan 1,2 juta pendaftaran.

Al-Maddah mengatakan, berapa kali jamaah bisa mengajukan izin baru untuk menunaikan umrah, terutama tergantung pada ketersediaan nomor yang diizinkan masuk ke Masjidil Haram.

“Sesuai dengan rencana dimulainya kembali Umrah secara bertahap, tujuan utama dari aplikasi ini adalah untuk mengatur jumlah jamaah yang tersedia di Masjidil Haram. Jadi, jamaah tidak bisa mendaftar atau memesan umrah lagi sampai dia selesai dengan yang sebelumnya, dan itu karena permintaan izin umrah yang tinggi saat ini, ”katanya dilansir dari Arabnews.

Dia mengatakan bahwa jamaah yang telah diberi izin umrah tetapi kemudian menemukan bahwa mereka memiliki gejala COVID-19, atau kontak dengan orang yang terinfeksi dapat membatalkan pendaftaran mereka.

“Sejauh ini, lebih dari 165.000 jamaah telah melakukan umrah mereka dan lebih dari 200.000 orang telah salat di Masjidil Haram. Angka-angka ini tidak mungkin dapat melakukan ritual atau menjalankan ibadah mereka di Masjidil Haram jika kasus virus corona belum turun ke tingkat yang wajar. Jadi, ketika jamaah haji yang mengunjungi tempat suci mengikuti langkah-langkah pencegahan kesehatan, ini dapat membantu menjaga kendali dan memungkinkan umat Islam lainnya melakukan ritual mereka, ”katanya.

Pada tahap ketiga, yang dimulai pada 1 November, jemaah haji dari luar negeri akan diizinkan untuk melakukan umrah dengan kapasitas penuh 20.000 jemaah hingga 60.000 jamaah sehari. Sementara itu, tahap keempat diprediksi kapasitas Masjidil Haram kembali normal, ketika semua risiko COVID-19 telah hilang.

Sementara itu, Arab Saudi pada hari Sabtu mengumumkan 17 kematian baru terkait COVID-19. Korban tewas sekarang mencapai 5.281.

Sedangkan ada 395 kasus baru yang dilaporkan di Kerajaan, yang berarti 334.552 orang sekarang telah tertular penyakit tersebut. Ada 8.276 kasus aktif, dan 788 di antaranya dalam kondisi kritis.

Menurut Kementerian Kesehatan, 85 dari kasus yang baru tercatat berada di Madinah, 37 di Riyadh, dan 32 di Makkah.

Selain itu, 417 lebih banyak pasien telah pulih dari COVID-19, menjadikan jumlah total pemulihan di Kerajaan menjadi 330.995.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arab saudi umrah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top