Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lindungi UMKM, Luhut: Konglomerat Nggak Boleh Investasi di Rest Area

Luhut menegaskan bahwa sebagai bentuk perlindungan kepada UMKM, pemerintah saat ini telah melarang konglomerat untuk berinvestasi di rest area.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  14:12 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menyatakan kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja dapat memberi kemudahan dan proteksi terhadap sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Luhut mengungkapkan berbagai kemudahan yang didapatkan UMKM antara lain adalah perizinan tunggal bagi UMK untuk pendaftaran.

Kemudian, pemberian insentif dan kemudahan bagi usaha menengah dan besar yang bermitra dengan UMK, insentif fiskal dan pembiayaan pengembangan dan pemberdayaan UMKM, serta berbagai kemudahan lainnya.

Selain itu, UU Cipta Kerja juga mendorong kemitraan dengan UMK seperti di rest area jalan tol, stasiun, dan terminal (angkutan, pelabuhan, dan bandara).

Luhut menegaskan bahwa sebagai bentuk perlindungan kepada UMKM, pemerintah saat ini telah melarang konglomerat untuk berinvestasi di rest area jalan tol.

"Selama ini masih ada konglomerat yang berinvestasi di rest area. Sekarang ngga boleh lagi, itu harus UMKM. Jadi kalau ada orang bilang [pemerintah] tidak pro UMKM itu saya heran," ujar Luhut saat memberi pengarahan dan sosialisasi terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja di Lemhannas Jumat (23/10/2020).

Lebih lanjut, Luhut menegaskan bahwa UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam memajukan perekonomian nasional. Untuk meningkatkan daya saing, pemerintah juga telah mendorong UMKM lokal untuk go online.

"UMKM itu sekarang sekitar 64 juta dan hingga akhir tahun ini yang sudah online itu kita targetkan 11 juta UMKM. Itu kan artinya room-nya masih besar. Padahal ekonomi kita ini digerakkan lebih dari 80 persen oleh UMKM," ujar Luhut.

Sementara itu, sebelumnya Luhut meminta UMKM untuk tetap mempertahankan bisnisnya meski terdampak pandemi Covid-19. Luhut menyatakan bahwa pemerintah telah berupaya untuk pengadaan vaksin.

“Vaksin pertama akan masuk Indonesia pada awal Desember. Mudah-mudahan bisa lebih cepat. Kalau schedule ini berjalan dengan baik dengan jumlah 30-40 juta vaksin pada tahun ini,” kata Luhut dalam peluncuran kampanye Bangga Buatan Indonesia Pernak-Pernik Unik Kementerian Perdagangan, Rabu (16/9/2020).

Kehadiran vaksin tersebut dia yakini bakal membuat penanggulangan pandemi dan perekonomian semakin membaik pada kuartal I 2021. Oleh karena itu, dia meminta pelaku usaha, terutama yang berskala mikro, kecil, dan menengah untuk bersiap-siap menghadapi peluang yang akan datang. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konglomerat umkm rest area Luhut Pandjaitan cipta kerja
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top