Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Lindungi UMKM, Luhut: Konglomerat Nggak Boleh Investasi di Rest Area

Luhut menegaskan bahwa sebagai bentuk perlindungan kepada UMKM, pemerintah saat ini telah melarang konglomerat untuk berinvestasi di rest area.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menyatakan kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja dapat memberi kemudahan dan proteksi terhadap sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Luhut mengungkapkan berbagai kemudahan yang didapatkan UMKM antara lain adalah perizinan tunggal bagi UMK untuk pendaftaran.

Kemudian, pemberian insentif dan kemudahan bagi usaha menengah dan besar yang bermitra dengan UMK, insentif fiskal dan pembiayaan pengembangan dan pemberdayaan UMKM, serta berbagai kemudahan lainnya.

Selain itu, UU Cipta Kerja juga mendorong kemitraan dengan UMK seperti di rest area jalan tol, stasiun, dan terminal (angkutan, pelabuhan, dan bandara).

Luhut menegaskan bahwa sebagai bentuk perlindungan kepada UMKM, pemerintah saat ini telah melarang konglomerat untuk berinvestasi di rest area jalan tol.

"Selama ini masih ada konglomerat yang berinvestasi di rest area. Sekarang ngga boleh lagi, itu harus UMKM. Jadi kalau ada orang bilang [pemerintah] tidak pro UMKM itu saya heran," ujar Luhut saat memberi pengarahan dan sosialisasi terkait Omnibus Law UU Cipta Kerja di Lemhannas Jumat (23/10/2020).

Lebih lanjut, Luhut menegaskan bahwa UMKM memiliki peranan yang sangat penting dalam memajukan perekonomian nasional. Untuk meningkatkan daya saing, pemerintah juga telah mendorong UMKM lokal untuk go online.

"UMKM itu sekarang sekitar 64 juta dan hingga akhir tahun ini yang sudah online itu kita targetkan 11 juta UMKM. Itu kan artinya room-nya masih besar. Padahal ekonomi kita ini digerakkan lebih dari 80 persen oleh UMKM," ujar Luhut.

Sementara itu, sebelumnya Luhut meminta UMKM untuk tetap mempertahankan bisnisnya meski terdampak pandemi Covid-19. Luhut menyatakan bahwa pemerintah telah berupaya untuk pengadaan vaksin.

“Vaksin pertama akan masuk Indonesia pada awal Desember. Mudah-mudahan bisa lebih cepat. Kalau schedule ini berjalan dengan baik dengan jumlah 30-40 juta vaksin pada tahun ini,” kata Luhut dalam peluncuran kampanye Bangga Buatan Indonesia Pernak-Pernik Unik Kementerian Perdagangan, Rabu (16/9/2020).

Kehadiran vaksin tersebut dia yakini bakal membuat penanggulangan pandemi dan perekonomian semakin membaik pada kuartal I 2021. Oleh karena itu, dia meminta pelaku usaha, terutama yang berskala mikro, kecil, dan menengah untuk bersiap-siap menghadapi peluang yang akan datang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper