Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Dorong Sinergi Antarlembaga, Tegaskan Tak Ada yang Lebih Super

Presiden Jokowi mendorong kerja sama seluruh lembaga untuk penguatan sektor kesehatan nasional.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 24 Oktober 2020  |  17:09 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan amanat saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2020). Upacara secara virtual itu dilakukan karena pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/BPMI Setpres - Handout
Presiden Joko Widodo memberikan amanat saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2020). Upacara secara virtual itu dilakukan karena pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/BPMI Setpres - Handout

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam upaya penguatan sektor kesehatan nasional, khususnya pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Hal itu disampaikan Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam peringatan HUT Ke-70 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang ditayangkan melalui Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (24/10/2020).

"IDI berada dalam ekosistem yang di dalamnya ada lembaga pendidikan dan profesi-profesi lain, ada industri dan sebagainya. Bekerja dalam ekosistem kesehatan sudah saatnya menghilangkan egosentrisme lembaga. Tidak ada lembaga yang lebih penting dari yang lain, tidak ada yang lembaga yang lebih super dibandingkan yang lain," ujar Jokowi.

Menurutnya, semua lembaga atau institusi memiliki peran yang penting dan akan menjadi lebih kuat jika mau saling bekerja sama.

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan pandemi Covid-19 telah memberikan banyak pelajaran bagi pemerintah untuk segera memperbaiki berbagai kelemahan, khususnya di sektor Kesehatan.

"Situasi sulit yang sedang kita hadapi gunakan sebagai momentum untuk melakukan tranformasi, termasuk reformasi sistem kesehatan di negara kita," kata Jokowi.

Dalam reformasi sistem kesehatan, imbuhnya, hal yang perlu diperkuat ialah dari sisi pencegahan. Menurutnya, orientasi pada pencegahan penyakit dan pola hidup sehat adalah yang utama untuk promotif dan preventif dari sektor non-kesehatan.

Selain itu, kesadaran dan kedisplinan dari masyarakat serta dukungan dari organisasi sosial keagamaan sangatlah dibutuhkan dalam reformasi sistem kesehatan.

"Pada saat yang sama penguatan kapasitas SDM kesehatan, pengembangan RS dan balai-balai kesehatan serta industri obat-obatan dan alat kesehatan harus terus dilakukan," ujarnya.

Dalam memperingati HUT ke-70 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Jokowi berharap IDI menjadi bagian dalam gerbong reformasi sistem kesehatan Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan reformasi sistem kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kerja pemerintah saja, tetapi juga perlu dukungan penuh dari organisasi profesi dan masyarakat.

"Saya yakin dengan semangat kolaborasi maka transformasi sistem kesehatan akan bisa kita lakukan dan segera membawa manfaat bagi masyarakat menuju masyarakat yang sehat dan sejahtera," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi ikatan dokter indonesia Covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top