Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bertemu Menhan Prancis, Prabowo Bahas Dinamika di Indo-Pasifik

Prabowo Subianto menyatakan Indonesia dan Prancis sepakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 23 Oktober 2020  |  12:34 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly, di Kantor Kementerian Pertahanan Prancis di Paris, Rabu (21/10)  -  KBRI Paris
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly, di Kantor Kementerian Pertahanan Prancis di Paris, Rabu (21/10) - KBRI Paris

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly sepakat bersama-sama menjaga stabilitas Indo-Pasifik. Prancis menaruh perhatian karena memiliki teritori dan sekitar 1,6 juta warga berada di kawasan.

“Dalam konteks ini, kedua Menteri menegaskan pentingnya untuk terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan keamanan Kawasan,” demikian mengutip keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (23/10/2020).

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, kedua Menhan juga secara khusus membahas kerangka kerja sama pertahanan ke depan. Kedua Menhan juga sepakat untuk mempererat kerja sama di bidang pertahanan.

Prabowo juga mengaku melihat adanya perkembangan yang cukup pesat terkait kerja sama kedua negara di bidang pertahanan dalam kurun setahun belakangan ini.

"Indonesia ingin terus mengembangkan kerja sama dengan Prancis di berbagai sektor pertahanan termasuk memperkuat alusista TNI dan memajukan kapasitas industri pertahanan Indonesia sebagai bagian dari global production chain produk alutsista," ujar Prabowo.

Seperti diketahui, kawasan Indo-Pasifik meliputi wilayah laut dan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia yang berbatasan dengan Jepang, India, dan Australia.

Belakangan Laut China Selatan yang berada di kawasan menjadi satu titik panas yang membuat ketegangan antara beberapa negara besar, seperti China, Amerika Serikat, dan Jepang.

Sebelumnya, pertemuan bilateral pertama Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga juga membahas stabilitas perairan Laut China Selatan.

“Saya juga menggarisbawahi harapan agar Laut China Selatan dapat terus menjadi laut yang damai dan stabil,” kata Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10/2020).

Dalam kesempatan yang sama, PM Suga mengatakan bahwa Jepang akan bekerja sama erat dengan Indonesia untuk menyelesaikan persoalan di kawasan, termasuk di Laut China Selatan.

"Laut Tiongkok (China) Selatan, kami sepakat Jepang dan Indonesia kerja sama dengan erat," katanya.

Sebelumnya, Jepang juga membahas hal serupa dengan Vietnam. Kedua negara sepakat memperkuat militer dan bisnis di tengah kekhawatiran semakin memanasnya perseteruan antara negara di Laut China Selatan.

Perseteruan di perairan dalam beberapa waktu terakhir memanas, terutama setelah China mengklaim sepihak sebagian besar wilayah. Klaim itu bertabrakan dengan wilayah kedaulatan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Malaysia, Brunei, bahkan Taiwan.

Indonesia hingga saat ini tidak pernah menempatkan diri sebagai negara yang turut bersengketa dalam perebutan wilayah di Laut China Selatan.

Indonesia berulang kali menegaskan kepada seluruh pihak untuk menghormati hukum internasional termasuk Konvensi Hukum Kelautan PBB (UNCLOS) 1982.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prancis pertahanan prabowo subianto indo-pasifik
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top