Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mahfud: Semua Presiden Berpotensi Dijatuhkan

Dia pun menyinggung Presiden Pertama RI Soekarno sendiri yang merupakan penyusun Pancasila pernah dituduh menyeleweng karena dianggap terlalu liberal.
Prof. Mahfud MD Tentang Perjalanan Demokrasi Negara Indonesia
Prof. Mahfud MD Tentang Perjalanan Demokrasi Negara Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Selagi tafsir final Pancasila belum ada, maka akan selamanya pemerintahan yang berkuasa  akan dituduh melanggar dasar negara dan bisa dijatuhkan.

Demikian dikemukakan Menko Polhukam Mahfud MD dalam acara Indonesia Lawyers Club yang ditayangkan stasiun televisi TV One , Selasa (20/10/2020) malam.

Pernyataan itu disampaikannya terkait maraknya aksi protes terhadap pemerintah termasuk demo buruh dan mahasiswa menentang UU Cipta Kerja yang didukung oleh Kesatuan Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Menurutnya, bukan hanya dituding sebagai pelanggar Pancasila, bahkan presiden pun bisa jatuh, karena kebijakannya dituding tidak sejalan dengan Pancasila akibat belum adanya tafsir final.

Pernyataannya tersebut menjelaskan posisi ideologi Pancasila yang sering tak begitu jelas ketika diterapkan.

Hal itulah yang dianggapnya sebagai asal berbagai tudingan terhadap pemerintahan di sepanjang sejarah Indonesia.

"Mungkin karena konsep implementatif Pancasila tak pernah jelas, maka semua pemerintah selalu dituding menyeleweng dari Pancasila," ujar Mahfud.

Dia pun menyinggung Presiden Pertama RI Soekarno sendiri yang merupakan penyusun Pancasila pernah dituduh menyeleweng karena dianggap terlalu liberal.

"Bung Karno yang dikenal sebagai penggali Pancasila pun dijatuhkan karena dituduh menyelewengkan Pancasila," katanya.

Soehato juga begitu dan presiden-presiden sesudahnya, kata Mahfud.

Namun demikian, Mahfud mengatakan  bahwa dirinya tidak sedangmencari pembenaran atas pemerintahan yang berkuasa saat ini.

Menurutnya, dengan segala aksi yang pro dan kontra   pemerintah, pemerintahan tetap harus berjalan karena, Pancasila merupakan ideologi yang prismatik atau mengambil dari segala dinilai yang terbaik termasuk dari elemen komunisme.

“Prismatik itu yang  bagus-bagus masuk, komunis yang bagus ketemu di tengah jadi prisma. Jadi kebijakan pemerinyah tergantung kebutuhan saat ini,” katanya.

Lalu, apakah ada pemerintah dianggap benar dan telah melaksanakan konstitusi?

Menurutnya Mahfud, tidak ada pemerintah yang benar-benar melaksanakan kostitusi  dan siapapun  jadi presiden kondisinya akan  sama.

“Saya sama sekali tidak tertarik untuk mengatakan KAMI itu oposisi. Tidak ada pikiran yang baru dari yang dikritik,” tambah Mahfud.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper