Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gatot Nurmantyo Beri Rapor Merah Penanganan Covid-19 Jokowi-Ma’ruf

Gatot menuturkan, dirinya sudah memperingatkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ihwal potensi ancaman senjata biologis dan epidemi sejak tahun 2017.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  08:27 WIB
residium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo . JIBI - Bisnis/Nancy Junita @kanal youtube refly harun
residium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo . JIBI - Bisnis/Nancy Junita @kanal youtube refly harun

Bisnis.com, JAKARTA — Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo memberi rapor merah bagi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dalam penanganan Covid-19.

Padahal, Gatot menuturkan, dirinya sudah memperingatkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ihwal potensi ancaman senjata biologis dan epidemi sejak tahun 2017. Saat itu, Gatot masih menjabat sebagai Panglima TNI.

“Terjadinya [epidemi] 2019 sampai akhir 2020 dan penanganan pada bulan-bulan pertama itu golden time ini tidak dilakukan, bahkan pada bulan kedua kita masih belum tanggap malah mendatangkan turis,” kata Gatot dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa (21/10/2020).

Akibatnya, menurut dia, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia pada Oktober 2020 sudah mencapai di angka 350 ribu penduduk. Dengan kata lain, jumlah kasus positif itu terbanyak di kawasan Asia Tenggara.

“Sedangkan tes Covid-19 di Indonesia sangat rendah, hanya sekitar 0,88 persen dari total penduduk artinya sekitar 88 orang per 1000 orang penduduk ini sebaga angka [kemampuan tes] terendah di dunia,” ujarnya.

Di sisi lain, dia juga menyoroti ihwal komitmen pemerintah dalam hal anggaran penanganan Covid-19. Dia membeberkan anggaran untuk penanganan Covid-19 hanya sebesar 12 Persen. Sedangkan, anggaran untuk stimulus dunia usaha mencapai 24 persen.

Indonesia mencatat 11.151 pasien meninggal dunia selama 7 bulan perang melawan pandemi Covid-19. Jumlah itu menempatkan negara ini pada urutan ketiga di Asia.

Berdasarkan data dari Worldometers, Senin (5/10/2020) Indonesia kalah dari Iran dengan selisih lebih dari 2 kali lipat. Pada urutan pertama ada India yang mencatat total kematian pasien Covid-19 hampir 10 kali lipat dari Indonesia.

Adapun, Indonesia dalam situs tersebut unggul dalam kasus kematian akibat Covid-19 dari Irak, Turki, Pakistan, Filipina, Bangladesh, dan Arab Saudi. Padahal, seluruh negara ini melaporkan kasus positif yang lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia.

Tingkat kematian memang menjadi satu permasalahan. Berulang kali, baik Presiden dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menegaskan pentingnya meningkatkan perawatan pasien untuk menekan angka kematian.

Mengacu pada data tersebut, tingkat kematian di Indonesia per 4 Oktober 2020 sebesar 3,67 persen. Angka ini dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata negara di Asia, yakni 1,82 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Gatot Nurmantyo Covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top