Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Alaska Diguncang Gempa Magnitudo 7,5, Ada Peringatan Tsunami

Pusat Peringatan Tsunami Nasional juga memperingatkan adanya potensi tsunami, namun dicabut setelah dua jam pascagempa.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  09:24 WIB
Alaska - crc.alaska.org
Alaska - crc.alaska.org

Bisnis.com, JAKARTA - Gempa berkekuatan 7,5 skala Richter memicu peringatan tsunami pada hari Senin di wilayah pantai selatan Alaska, disusul dengan munculnya gelombang setinggi lebih dari 2 kaki.

Pusat Peringatan Tsunami Nasional juga memperingatkan adanya potensi tsunami, namun dicabut setelah dua jam pascagempa.

Gempa itu berpusat di dekat Sand Point, sebuah kota berpenduduk sekitar 900 orang di lepas Semenanjung Alaska.

Salah seorang David Adams, co-manager Bed and Breakfast Marine View di Sand Point dia bisa melihat air yang bergetar dan berkilauan selama gempa. Bangunan mereka juga sangat bergoyang.

Gempa itu terjadi di Samudra Pasifik Utara sebelum pukul 1 siang. Itu berpusat sekitar 67 mil (118 kilometer) tenggara dari Sand Point, menurut Pusat Gempa Alaska. Komunitas tersebut berada sekitar 800 mil (1.288 km) barat daya Anchorage. Gempa itu tercatat pada kedalaman 19 mil (30 kilometer).

Pusat Peringatan Tsunami Nasional di Palmer, Alaska, mengatakan peringatan tsunami berlaku sekitar 950 mil (1.529 kilometer), dari 40 mil (64 kilometer) tenggara Homer ke Unimak Pass, sekitar 80 mil (129) km sebelah timur laut dari Unalaska.

Gempa tersebut dirasakan secara luas di komunitas-komunitas di sepanjang pantai selatan, termasuk Sand Point, Chignik, Unalaska dan Semenanjung Kenai. Gempa susulan berkekuatan 5,2 dilaporkan 11 menit kemudian, berpusat di sekitar daerah yang sama.

Pejabat keamanan publik di King Cove mendesak penduduk untuk tetap waspada setelah peringatan itu diturunkan dan menjauhi pantai dan keluar dari pelabuhan dan marina. Gelombang pada sore hari di King Cove kurang dari 2 kaki (0,61 meter), menurut Pusat Peringatan Tsunami Nasional.

Ukuran gempa pada awalnya dilaporkan berkekuatan 7,4, tetapi direvisi menjadi 7,5, kata Paul Caruso, seorang ahli geofisika di Survei Geologi AS. Dia mengatakan gempa sebesar ini, di daerah ini, bukanlah kejutan.

“Ini adalah area di mana Lempeng Pasifik berada di bawah Lempeng Amerika Utara. Dan karena itu, Lempeng Pasifik benar-benar berada di bawah Lempeng Amerika Utara, di mana ia mencair, "kata Caruso.

Dia mencatat ada gunung berapi di wilayah tersebut. “Jadi kami biasanya memiliki gempa bumi besar berkekuatan 7 di daerah itu.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa alaska
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top