Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembangan Vaksin Covid-19 Positif, Protokol Kesehatan Jangan Kendur

Protokol kesehatan telah terbukti secara ilmiah menurunkan tingkat risiko penularan virus Corona atau Covid-19 hingga 85 persen.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  11:54 WIB
Ilustrasi - Warga memanfaatkan fasilitas cuci tangan hasil modifikasi bak sampah menjadi tandon air di kawasan Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2020). Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memasang fasilitas tempat cuci tangan tersebut sebagai bagian dari upaya memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di pusat keramaian. - ANTARA FOTO/Maulana Surya\n
Ilustrasi - Warga memanfaatkan fasilitas cuci tangan hasil modifikasi bak sampah menjadi tandon air di kawasan Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, Selasa (24/3/2020). Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memasang fasilitas tempat cuci tangan tersebut sebagai bagian dari upaya memutus rantai penyebaran virus corona (Covid-19) di pusat keramaian. - ANTARA FOTO/Maulana Surya\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Protokol kesehatan perlu terus diterapkan kendati saat ini proses penyiapan vaksin virus Corona atau Covid-19 terus menunjukkan sinyal positif.

Kelengahan terhadap penegakan protokol pun dinilai dapat meningkatkan risiko penularan wabah Covid-19.

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan  Covid-19 Wiku Adisasmito meminta masyarakat untuk tak lengah meskipun pemerintah tengah menyiapkan vaksin dan akan segera masuk tahap produksi.

Upaya paling sederhana dan hal terbaik yang dapat dilakukan saat ini adalah menerapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan telah terbukti secara ilmiah menurunkan tingkat risiko penularan hingga 85 persen.

“Jika kita bisa menerapkan ketiga protokol sekaligus risiko penularan akan turun jauh lebih besar,” kata Wiku, Kamis (15/10/2020) sore.

Dia melanjutkan bahwa adaptasi perilaku memang tidak mudah. Disiplin rajin mencui tangan, memakai masker, dan menjaga jarak memerlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat agar optimal dalam mengendalikan penyebaran virus.

“Kami mohon agar seluruh masyarakat di indonesia betul-betul memahami kondisi pandemi Covid-19 sambil mengubah perilaku. Memastikan kita bisa bertahan menghadapi Covid-19 ini dan menunggu penyiapan program vaksinasi sehingga kita bisa terproteksi dengan berbagai cara,” kata Wiku.

Sementara itu, Satgas Covid-19 mencatat ada penurunan tren penambahan kasus aktif per pekan meskipun secara harian jumlahnya masih mengalami peningkatan.

Pada 27 September 2020 persentase kasus aktif di 10 provinsi menyumbang 67,62 persen dari kasus aktif nasional. Kemudian pada tanggal 4 Oktober 2020 persentase menurun menjadi 66,38 persen dan pada tanggal 11 Oktober 2020 mencapai 65,64 persen.

“Ini adalah kabar baik dan perlu untuk terus ditekan, sehingga persentase kontribusi kasus aktif di 10 provinsi prioritas ini dapat semakin menurun, jika dilihat dari kasus sembuh terjadi peningkatan. baik ditingkat nasional maupun di 10 provinsi prioritas,” ujarnya.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top