Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Norovirus di China Merebak di Kalangan Mahasiswa

Shanxi University di Taiyuan melaporkan mahasiswanya mengalami gejala muntah, diare, dan demam yang dikonfirmasi sebagai norovirus. 
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  17:29 WIB
Ilustrasi / Norovirus
Ilustrasi / Norovirus

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus norovirus kembali ditemukan di China setelah asrama laki-laki di sebuah universitas di Provinsi Shanxi, China harus ditutup.

Dilansir dari Global Times China belum lama ini, wabah norovirus yang bisa mematikan ini telah menggemparkan layanan kesehatan di sekolah lantaran sejumlah mahasiswanya menjadi korban.

"Saat ini, rumah sakit sekolah dipenuhi oleh siswa yang terinfeksi dan lantai di asrama siswa laki-laki telah ditutup. Yang lain menghadiri kelas seperti biasa," kata sejumlah mahasiswa mengungkapkan kepada koran lokal Red Star News

Shanxi University Fakultas Keuangan dan Ekonomi di Taiyuan melaporkan mahasiswanya mengalami gejala muntah, diare, dan demam. Otoritas pengawasan penyakit lokal telah mengkonfirmasi bahwa mahasiswa terjangkit norovirus. 

Kendati pihak universitas sudah mengkonfirmasi, belum ada laporan terkait jumlahnya mahasiswa yang tengah dirawat. Saat ini kondisi sejumlah mahasiswa sudah mulai membaik.

Lin Minggui, Direktur Departemen Penyakit Menular mengatakan penyebaran virus terutama terjadi di sekolah seiring dengan lemahnya sistem kesehatan masyarakat China.

"Musim ini insiden penyakit usus relatif tinggi tidak biasanya," katanya kepada Health Times.

Norovirus disebabkan oleh kuman. Norovirus berasal dari famili yang berbeda dari virus corona yang telah menyebabkan pandemi Covid-19 lantaran tidak berkaitan dengan flu yang disebabkan virus influenza.

Norovirus dapat menyebar ke manusia melalui kontak dengan kotoran orang yang terinfeksi.

Sejumlah orang menyebut norovirus sebagai  keracunan makanan, flu perut, atau sakit perut. Norovirus adalah penyebab utama penyakit bawaan makanan. Namun, kuman dan bahan kimia lain juga bisa menyebabkan penyakit bawaan makanan.

Berdasarkan Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) China, sepanjang Oktober 2016–September 2018, terdapat total kasus norovirus sebanyak 556. 

Kebanyakan wabah berasal dari antar individu (95,1 persen) dan terjadi di sekolah anak (78,2 persen). Di China  kebanyakan wabah norovirus berasal dari pusat penitipan anak atau sekolah.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china virus Norovirus
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top