Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Laporan Media AS soal Kunjungan Menhan Prabowo ke Pentagon

New York Times antara lain menyoroti soal protes dari Amnesty International dan enam kelompok hak asasi manusia lainnya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  19:14 WIB
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (20/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (20/1/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Kunjungan pertama Prabowo Subianto sebagai menteri pertahanan ke Amerika Serikat mendapat sorotan tajam dari media setempat.

Dalam berita berjudul Indonesian Defense Chief, Accused of Rights Abuses, Will Visit Pentagon yang diturunkan edisi Rabu (14/10/2020), Prabowo disebut baru bisa berkunjung ke AS setelah dua dekade tidak diberi izin masuk.

Selain itu, New York Times juga menyoroti soal protes dari Amnesty International dan enam kelompok hak asasi manusia lainnya, yang meminta pemerintahan Donald Trump untuk membatalkan kunjungan tersebut. Disebutkan bahwa kunjungan itu berpotensi melanggar aturan Amerika Serikat sendiri.

New York Times menulis bahwa selama ini Prabowo diduga terlibat dalam beberapa kasus pelanggaran HAM.

"Sebagai komandan pasukan khusus negara di bawah Suharto pada akhir 1990-an, Prabowo diberhentikan dari militer oleh panel jenderal karena memerintahkan penculikan aktivis mahasiswa dalam upaya yang gagal untuk menjaga ayah mertuanya tetap berkuasa," demikian laporan media tersebut.

New York Times melanjutkan bahwa selama dua dekade, Prabowo menjadi terlunta-lunta dalam urusan internasional. Namun kini, dia justru mendapatkan undangan untuk berkunjung ke Departemen Pertahanan AS atau Pentagon yang berbasis di Arlington, Virginia.

"Selama dua dekade, Prabowo Subianto, mantan jenderal Indonesia, menjadi paria dalam urusan internasional," tulis The New York Times seperti dikutip NYTimes.com, Kamis (15/10/2020).

Prabowo disebutkan sebagai mantan komandan pasukan khusus Indonesia yang ditakuti dan disalahkan atas kekejaman yang dilakukan oleh pasukan yang dipimpinnya.

“Di bawah Presiden Bill Clinton, George W. Bush, dan Barack Obama, dia dilarang mengunjungi Amerika Serikat," tulis salah satu media paling berperngaruh tersebut.

New York Times menyatakan bahwa Prabowo mendapatkan undangan dari Menhan AS, Mark T Esper dan Prabowo dijadwalkan akan bertemu dengan para pejabat tinggi di Pentagon.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat prabowo subianto
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top