Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal UU Cipta Kerja, AHY Curhat Diserang Akun Bodong

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku diserang dengan akun bodong di media sosial twitter karena berbeda pendapat terkait UU Cipta Kerja.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  15:22 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)  -  Twitter @AgusYudhoyono
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) - Twitter @AgusYudhoyono

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) cerita diserang akun bodong melalui akun Twitter. Hal ini dia sampaikan dalam sebuah utas mengenai UU Cipta Kerja dan hoaks yang bertebaran, Selasa (13/10/2020).

"Saya khawatir kita tenggelam dalam perang informasi dan perang hoax. Termasuk ada 'akun bodong' yang menyerang diri saya pribadi dan Partai Demokrat hanya karena kami berbeda pendapat. Disebar hoax, bahwa saya mendalangi demo UU Ciptaker," tulis AHY melalui akun @AgusYudhoyono.

Dia pun bersyukur rakyat Indonesia cerdas. Tuduhan tersebut dibantah oleh berbagai elemen masyarakat yang melakukan penolakan UU Ciptaker.

“Saya tegaskan, tuduhan tak berdasar itu sangat menyakiti hati nurani rakyat, yang memang sungguh-sungguh ingin berjuang untuk kehidupannya yang lebih baik,” kata AHY.

Dia menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi dan seharusnya menghargai setiap perbedaan pendapat. Partai Demokrat menolak UU Cipta Kerja untuk menjaga negara ini agar tidak salah langkah, sebagaimana partai menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Partai Demokrat, kata AHY, tidak asal berbeda pendapat dengan pemerintah. Sikap partai yang mendukung UU Nomor 2/2020 tentang penanganan pandemi dan penyelamatan ekonomi adalah contohnya.

“Ada kalanya kami menolak; ada kalanya kami mendukung. Semangat kami berlandaskan pada kepentingan rakyat, bangsa & negara,” kata AHY.

Dia pun menilai informasi mengenai pengesahan UU Cipta Kerja dan peristiwa yang mengikuti adalah buntut dari cara pemerintah berkomunikasi.

“Ke depan, kami dorong pemerintah utk lakukan pengelolaan informasi & komunikasi dg sebaik-baiknya. Bukan hanya kpd apa yg pemerintah ingin sampaikan, tp juga, hrs berorientasi pd informasi apa yg ingin didengar & dibutuhkan masyarakat; sehingga, komunikasi berlangsung dua arah,” tulis AHY.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai demokrat agus harimurti Omnibus Law cipta kerja
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top