Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bisa Tembus 'Great Firewall' China, Aplikasi Tuber Dihapus dari App Store

Browser tersebut memungkinkan pengguna di China mengunjungi situs yang diblokir oleh sistem pelindung milik pemerintah tersebut, termasuk Google dan Facebook.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 11 Oktober 2020  |  03:15 WIB
Ilustrasi browser komputer - Creative Commons
Ilustrasi browser komputer - Creative Commons

Bisnis.com, JAKARTA – Aplikasi yang dapat membantu pengguna di China mem-bypass Great Firewall diblokir dan dihapus dari app store pada hari Sabtu (10/10/2020).

Aplikasi perambah (browser) yang dikembangkan oleh raksasa keamanan siber China, 360 Security Technology Inc., tersebut bernama Tuber. Browser tersebut memungkinkan pengguna di China mengunjungi situs yang diblokir oleh sistem pelindung milik pemerintah tersebut, termasuk Google dan Facebook.

Browser Tuber berhenti berfungsi pada Sabtu sore dan tidak dapat lagi ditemukan di app store milik Huawei Technologies Co. belum diketahui agensi mana yang memerintahkan penghapusannya.

Pengguna China di media sosial memuji kemampuan Tuber karena dapat membuka dan membaca konten mulai dari dari video Youtube hingga goto Instagram tanpa jaringan virtual private network, atau VPN.

Beijing terus mempertahankan pengendalian yang ketat atas ranah internet. Pemerintah mewajibkan perusahaan dari Tencent Holdings Ltd. hingga induk TikTok, ByteDance Ltd., untuk melakukan sensor dan menghapus konten yang kritis terhadap pemerintah atau kebijakannya.

Tuber awalnya seperti memfasilitasi 904 juta pengguna internet Negeri Panda tersebut untuk mengunjungi situs web luar negeri secara legal dan menjelajahi media sosial asing, yang sebagian besar dilarang.

Sebelum mengangses, pengguna haruse terlebih dahulu melakukan registrasi nomor ponsel, sehingga mengijinkan aplikasi melacak aktivitas karena semua nomor ponsel cerdas di negara itu terkait dengan identifikasi pribadi.

Seorang karyawan hubungan masyarakat di 360 Security menolak memberikan komentar. Sementara itu, Badan Ruang Siber China, yang mengatur aktivitas internet, tidak menanggapi panggilan dan e-mail dari Bloomberg.

“Agaknya pemerintah mendengar tentang itu dan meminta app store untuk menurunkannya,” kata Rich Bishop, CEO AppInChina yang merupakan pengembang aplikasi internasional di pasar China.

Warga China Daratan biasanya menggunakan VPN untuk mem-bypass Great Firewall, yang memblokir layanan internet asing mulai dari Gmail hingga Twitter. Sistem ini telah telah berdiri selama lebih dari satu dekade. Beijing secara teratur menindak layanan VPN ilegal, menghapus aplikasi semacam itu dari app store Android dan iOS.

Sebelum dihapus, Tuber diunduh lima juta kali dari app store Huawei. Browser tersebut telah tersedia untuk diunduh setidaknya sejak akhir September.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china aplikasi

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top