Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Proyeksi Tingkat Utang Global 2020 dari Bos IMF

Rekor utang global tahun ini dipicu oleh banyak negara meningkatkan pembiayaan eksternal karena respons fiskal mereka terhadap krisis dan kerugian besar pada output dan pendapatan akibat pandemi.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  09:12 WIB
Ini Proyeksi Tingkat Utang Global 2020 dari Bos IMF
Kantor pusat Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington D.C., AS - Bloomberg / Andrew Harrer
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) memperkirakan utang publik global akan mencapai rekor tertinggi sekitar 100 persen dari PDB pada tahun ini.

"Tingkat utang banyak negara meningkat karena respons fiskal mereka terhadap krisis dan kerugian besar pada output dan pendapatan," ungkap Managing Director IMF Kristalina Georgieva, Selasa (6/10/2020).

Adapun, pasar berkembang dan negara berpenghasilan rendah dan rapuh terus menghadapi situasi genting.

Menurut Georgieva, negara tersebut memiliki sistem kesehatan yang lebih lemah. Selain itu, negara-negara ini sangat terekspos pada sektor yang paling terdampak, seperti pariwisata dan ekspor komoditas.

"Dan mereka sangat bergantung pada pembiayaan eksternal."

Sementara itu, dia melihat likuiditas yang melimpah dan suku bunga rendah memang membantu banyak negara berkembang mendapatkan kembali akses ke pinjaman, tetapi tidak satu pun negara di Afrika Sub-Sahara yang menerbitkan utang luar negeri sejak Maret.

Tingkat keparahan krisis global ini juga dibayangi oleh ada juga risiko luka ekonomi yang parah akibat kehilangan pekerjaan, kebangkrutan dunia usaha, dan gangguan pendidikan.

"Karena hilangnya kapasitas ini, kami memperkirakan output global akan tetap jauh di bawah proyeksi pra-pandemi kami dalam jangka menengah. Untuk hampir semua negara, ini akan menjadi kemunduran bagi peningkatan standar hidup," katanya

Dia menambahkan krisis ini juga membuat ketimpangan semakin parah karena dampaknya yang tidak proporsional terhadap pekerja berketerampilan rendah, perempuan, dan kaum muda.

Juli lalu, Institute for International Finance (IIF) melaporkan utang global melonjak ke rekor US$258 triliun pada kuartal pertama tahun 2020 karena ekonomi di seluruh dunia terdampak lockdown untuk menahan pandemi virus Corona.

IIF, yang mewakili bank dan lembaga keuangan global, mengatakan rasio utang terhadap PDB kuartal pertama melonjak lebih dari 10 poin persentase, lonjakan kuartalan terbesar dalam catatan, mencapai rekor 331 persen.

Kenaikan tingkat utang jauh di bawah rata-rata kenaikan triwulanan yang terlihat dari 2015 hingga 2019. IIF melihat laju penumpukan utang global oleh pemerintah, perusahaan, lembaga keuangan, dan rumah tangga telah meningkat sejak Maret.

Penerbitan utang bruto secara keseluruhan mencapai rekor tertinggi, yakni sebesar US$12,5 triliun pada kuartal kedua, dibandingkan dengan rata-rata kuartalan sebesar US$5,5 triliun pada 2019. Tercatat, penerbitan utang tersebut berasal dari penerbitan utang pemerintah.

"Sementara peningkatan tingkat utang meningkatkan kekhawatiran tentang keberlanjutan utang, lebih dari 92 persen utang pemerintah adalah tingkat investasi," ungkap laporan tersebut.

Utang di pasar yang berkembang mencapai 392 persen dari PDB, naik dari 380 persen pada 2019, dengan kenaikan rasio utang di luar sektor keuangan yang paling menonjol di Kanada, Prancis, Norwegia, dan Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

utang imf
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top