Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Terdampak Covid-19, Begini Strategi Pengusaha Makanan Pertahankan Bisnisnya

Para pengusaha makanan melakukan berbagai inovasi untuk tetap mempertahankan bisnisnya yang terdampak pandemi Covid-19.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 06 Oktober 2020  |  15:09 WIB
Pengunjung menikmati makanan di meja makan yang bersekat di pusat jajanan serba ada (pujasera) atau
Pengunjung menikmati makanan di meja makan yang bersekat di pusat jajanan serba ada (pujasera) atau "food court" Pasar Atom, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (9/6/2020). - Antara/Moch Asim\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Selama masa pandemi, banyak tempat usaha terpaksa tutup lantaran harus mencegah kerumunan orang supaya bisa memutus penyebaran virus Corona (Covid-19). Sejumlah pengusaha makanan harus memutar otak agar tetap bisa bertahan meraup pundi-pundi.

Christopher Sebastian, Founder & CEO dari Makko Group mengatakan bahwa sejak pandemi omzet seluruh bisnis makanan yang dipegangnya turun hampir 70 persen.

“Dalam kondisi ini strategi harus ada, karena dengan adanya strategi saja masih susah. Apalagi sekarang ada PSBB lagi,” kata Christoper saat konferensi pers bersama BNPB, Selasa (6/10/2020).

Senada, Founder PT Bonli Cipta Sejahtera Jodi Janitra, yang berbisnis kue kering, mengatakan bahwa pada saat peak season seperti lebaran saja pesanan yang masuk tidak sampai 50 persen dari periode sebelumnya.

“Kan kue kering peak-nya saat hari raya. Kemarin lebaran sangat terdampak, sales kita nggak sampai 50 persen dari biasanya. Lalu untuk outlet yang buka di mal-mal di Jakarta kena PSBB, yang di Bandung di kafe kena jam malam, padahal biasanya ramainya justru menjelang tengah malam,” ujarnya.

Adapun, Donny Pramono, Founder & CEO Sour Sally Group, mengungkapkan kalau pandemi ini memberikan dampak besar bahkan sampai ke brand makanan dan minuman yang sudah besar dan terkenal sekalipun.

“Sour Sally sudah berdiri 12 tahun, [pandemi Covid-19] ini krisis yang paling menantang. Sour Sally Group punya 250 outlet, dan rencananya buka 150 franchise lagi yang buka tahun ini. Tapi karena pandemi kita harus delay semua dan bahkan yang sudah ada hanya buka 100 - 120 outlet saja,” ungkapnya.

Seluruh pengusaha ini akhirnya harus putar otak agar bisnisnya tetap bisa bertahan dalam kondisi seperti ini.

Christopher mengungkapkan, saat ini untuk semua usaha makanannya difokuskan melalui penjualan secara daring.

“Kami lebih push di ojek daring, berikan diskon maksimal, promo, kerja sama dengan food blogger untuk bantu exposure produk kami,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Chris, Makko Group juga membantu meningkatkan penjualan dengan meluncurkan produk-produk makanan beku.

“Jadi bagi yang ingin menikmati makanan kami bisa beli yang beku dan bisa disimpan selama beberapa hari,” ungkapnya.

Kemudian, Jodi mengungkapkan bahwa bisnisnya benar-benar memaksimalkan inovasi produk sampai produknya menjadi best seller.

“Pas April kan lagi booming tuh Pak Jokowi minum jamu empon-empon, akhirnya kita bikin jadi kukis empon-empon untuk yang nggak suka jamu,” kata dia.

Jodi mengungkapkan penjualannya mengalami kenaikan dari produk tersebut, sembari memikirkan berbagai inovasi lainnya agar bisnisnya bisa tetap bertahan pada masa pandemi Covid-19.

Sementara itu, Donny menyebutkan bahwa Sour Sally Group berupaya tetap membuka gerai yang masih bisa buka dan memaksimalkan penjualan dari outlet tersebut agar tidak perlu sampai merumahkan para karyawan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis makanan Virus Corona covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top