Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kaum Minoritas AS Paling Rentan terhadap 'Krisis Pengangguran'

Dikutip dari data Departemen Tenaga Kerja AS, tingkat pengangguran untuk orang kulit putih tercatat 7 persen di bulan September, sementara untuk orang kulit hitam senesar 12.1 persen dan untuk orang Latin 10.3 persen.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  12:24 WIB
Warga berjalan di sekitar Times Square saat beberapa layar bercahaya biru sebagai bagian dari inisiatif
Warga berjalan di sekitar Times Square saat beberapa layar bercahaya biru sebagai bagian dari inisiatif "Light It Blue" untuk menghormati tenaga kesehatan, saat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di New York, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2020)./Antara - Reuters


Bisnis.com, JAKARTA - Sepanjang September lalu, Amerika Serikat (AS) hanya mencetak 661.000 pekerjaan baru atau turun dari 1,4 juta pekerjaan baru pada Agustus lalu.

Data ini menunjukkan sekitar setengah dari pekerjaan yang hilang pada bulan-bulan awal setelah virus Corona melanda AS kini telah berangsur pulih.

Tetapi pemulihan di pasar pekerjaan tidak merata dan secara tidak proporsional menguntungkan pria kulit putih sementara orang muda, wanita, Latin, dan kulit hitam Amerika terus berjuang untuk memperbaiki keadaan.

Dikutip dari data Departemen Tenaga Kerja AS, tingkat pengangguran untuk orang kulit putih tercatat 7 persen di bulan September, sementara untuk orang kulit hitam senesar 12.1 persen dan untuk orang Latin 10.3 persen. Tingkat pengangguran remaja mencapai 15,9 persen.

William Rodgers, mantan kepala ekonom di Departemen Tenaga Kerja AS dan salah satu ekonom terkemuka di AS, mengatakan pemulihan pekerjaan tampaknya telah mencapai puncaknya dan isu saat ini lebih terkait dengan pembatasan tentang bagaimana bisnis beroperasi, wabah baru, dan musim flu yang akan datang. Kondisi ini bisa memperlambat pemulihan lebih lanjut.

Rodgers, profesor kebijakan publik dan kepala ekonom di Heldrich Center for Workforce Development di Rutgers University, mengatakan situasi saat ini kemungkinan akan menghantam minoritas, terutama kaum minoritas muda.

"Ini adalah dua realitas ekonomi," kata Rodgers, dikutip dari The Guardian.

“Saat memasuki resesi ini, ketidaksetaraan, dengan banyak ukuran, berada pada titik tertinggi sepanjang masa. Satu kelompok cukup baik secara ekonomi dan telah bekerja dari rumah sementara yang lain menderita secara ekonomi, dan dalam hal kesehatan, ke tingkat yang jauh lebih tinggi,” lanjutnya.

Tingkat pengangguran AS turun menjadi 7,9 persen pada September, departemen tenaga kerja mengumumkan pada hari Jumat lalu (2/10/2020).

Pengangguran telah turun tajam sejak mencapai rekor bersejarah 14,7 persen pada April setelah pandemi virus Corona menekan ekonomi AS. 

Tingkat saat ini menandai kehilangan pekerjaan terburuk yang dihadapi presiden AS mana pun, berdasarkan catatan sejak perang dunia kedua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengangguran lapangan kerja data pengangguran as
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top