Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korea Utara Angkat Suara Soal Penanganan Pandemi Global

Duta Besar Korea Utara untuk PBB Kim Song mendesak adanya kepemimpinan yang efektif dalam menghadapi pandemi global yang terus berlangsung.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  10:23 WIB
Kim Song - istimewa
Kim Song - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Korea Utara telah mengeluarkan pernyataan yang sangat jarang dilakukan mengenai krisis virus corona global, dalam acara pertemuan PBB minggu ini.

Dilansir dari Express UK, Kamis (1/10) Duta Besar Korea Utara untuk PBB Kim Song mendesak adanya kepemimpinan yang efektif dalam menghadapi pandemi global yang terus berlangsung.

Sembari melakukan hal tersebut, Song juga mempromosikan keberhasilan tanggapan Korea Utara terhadap virus tersebut. Ini masih dugaan, mengingat sepanjang pandemi, Korea Utara belum secara terbuka mengkonfirmasi kasus Covid-19 di negaranya.

Selain itu, sejumlah media luar negeri juga melaporkan adanya aktivitas di Korea Utara untuk mengendalikan wabah. Pada Juli lalu misalnya, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un memerintahkan kota Kaesong untuk ditutup setelah warganya ditemukan memiliki gejala.

Menurut laporan Telegraph, negara tersebut kemudian memberitahu kepada World Health Organization (WHO) bahwa hasil tes terhadap orang tersebut tidak dapat ditentukan. Media lain juga melaporkan upaya Korea Utara terkait pengiriman alat tes kesehatan.

Namun demikian, Duta Besar Song mengatakan dalam pernyataan langsung kepada Majelis Umum PBB bahwa situasi anti-epidemi di Korea Utara sekarang berada di bawah kendali yang aman, stabil, dan terkendali.

“Serangkaian tindakan negara sekarang sedang diambil untuk memblokir masuknya virus ke negara, dan semua orang sangat mematuhi peraturan sambil mempertahankan kewaspadaan tingkat tinggi,” tegasnya.

Dia juga memperingatkan pihak berwenang Korea Utara tidak akan mentolerir kelambanan atau kelonggaran sekecil apapun. Ini bukan pertama kalinya pejabat Korea Utara itu memuji tanggapan negara terhadap wabah.

Pada Juli lalu, Song juga sudah menggambarkan bahwa upaya penanganan pandemi di Korea Utara merupakan tindakan yang sukses cemerlang. Menurut kantor berita negara, KNCA, Song menyebut pihaknya melakukan tindakan cepat dan tepat dalam melawan virus corona baru.

Korea Utara dengan cepat mengunci perbatasannya ketika berita tentang wabah virus corona pertama kali muncul sekitar awal tahun ini. Mereka menyatakan darurat nasional, melarang pariwisata asing, dan menangguhkan jalur transportasi darat (kereta) dan penerbangan dari Rusia dan China.

Negara itu juga menerapkan kontrol yang lebih ketat terhadap barang yang masuk ke wilayahnya. BBC melaporkan langkah Korea Utara membatasi perdagangan dengan China berdampak parah pada perekonomian negara tersebut.

Selain itu, Kimberly Brown dari Palang Merah Inggris mengatakan bahwa kemampuan Korea Utara untuk menangani krisis kesehatan masyarakat sangat rendah. Dia telah mengunjungi negara itu pada 2019 dan menyebut alat pelindung diri serta alat tes akan sangat dibutuhkan.

W. Courtland Robinson, Profesor di Universitas John Hopkins pada April lalu menyebut bahkan dengan tanggapan yang cepat dan efektif, Korea Utara sangat berisiko memiliki kasus penyakit mengingat kedekatannya dengan China.

Sementara itu, masih dalam pidato PBB, Song mengakui ada masalah lain yang dihadapi oleh Korea Utara. Reuters melaporkan bahwa Song menyebut negaranya membutuhkan lingkungan eksternal untuk mendukung pembangunan ekonomi.

“Tapi, kita tidak bisa menjual martabat kita hanya dengan harapan akan transformasi yang cemerlang – martabat yang kita pertahankan sama berharganya dengan hidup kita sendiri. Ini adalah posisi teguh yang kami pegang,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korea Utara pandemi corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top