Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Arab Buka Pintu Ibadah Umrah, Ini Rencana Kemenag Bagi Jamaah RI

Arab Saudi pekan lalu telah mengumumkan rencana pelaksanaan umrah dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan. Penyelenggaraan umrah juga akan berlangsung dalam tiga tahapan.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  17:01 WIB
Potret calon Jamaah Umrah menunggu kepastian untuk berangkat ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Potret calon Jamaah Umrah menunggu kepastian untuk berangkat ke Tanah Suci Mekah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (27/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Agama memastikan bahwa pemerintah masih menunggu pengumuman dan izin dari Arab Saudi untuk pelaksanaan umrah tahun ini.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar mengarakan sampai saat ini belum ada informasi resmi yang disampaikan berkenaan dengan kemungkinan akan diizinkannya keberangkatan jemaah umrah asal Indonesia.

“Belum ada kepastian terkait dengan izin keberangkatan jemaah umrah Indonesia. Kita masih menunggu dan berkoordinasi dengan pihak perwakilan di KJRI Jeddah,” katanya, Kamis (1/10/2020).

Arab Saudi pekan lalu telah mengumumkan rencana pelaksanaan umrah dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan. Penyelenggaraan umrah juga akan berlangsung dalam tiga tahapan.

Pertama, mengizinkan warga negara Saudi dan ekspatriat yang tinggal di sana umrah mulai 4 Oktober 2020. Tahap pertama hanya mengizinkan 30 persen dari kapasitas Masjidil Haram yaitu 6.000 jemaah per hari.

Kedua, mengizinkan ibadah umrah dan salat di Masjidil Haram bagi warga negara Saudi dan ekspatriat mulai 18 Oktober. Kapasitas yang dapat diisi menjadi 75 persen dari kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan, atau 15.000 jemaah umrah per hari dan 40.000 jamaah salat per hari.

Ketiga, mengizinkan ibadah umrah dan salat bagi warga Saudi, ekspatriat dan warga dari luar kerajaan. Rencananya akan dimulai pada 1 November 2020.

Pada tahap ini, Masjidil Haram diharapkan dapat menampung 100 persen kapasitas sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan, yaitu 20.000 jamaah umrah per hari dan 60.000 jemaah salat per hari.

“Namun, ini masih menunggu pengumuman resmi kondisi pandemi Covid-19,. Kemenkes Saudi nanti akan merilis daftar negara dari luar kerajaan yang diizinkan masuk atau memberangkatkan jemaah,” terang Nizar.

Sementara itu, Konsul Haji KJRI Jeddah menambahkan bahwa General Authority of Civil Aviation (GACA) Circular Saudi atau otoritas penerbangan sipil kerajaan itu merilis tiga negara yang sementara ini tidak diizinkan masuk ke sana untuk penerbangan non umrah, yaitu India, Brazil, dan Argentina.

"Jadi sampai sekarang belum ada pemberitahuan resmi dari Saudi untuk penerbangan umrah. Saat ini kita masih menunggu dan semoga Indonesia termasuk yang diizinkan untuk memberangkatkan jemaah umrah pada 1 November mendatang,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

arab saudi kemenag umrah
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top