Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selamatkan Banyak Nyawa, Tikus Ini Diganjar Medali Emas

Tikus ini dapat melakukan pencarian di tanah seluas lapangan tenis kurang dari 1,5 jam. Sementara pencarian ranjau oleh manusia membutuhkan waktu 4 hari.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 27 September 2020  |  12:06 WIB
Ranjau darat merenggut banyak nyawa di Kamboja - Wikipedia
Ranjau darat merenggut banyak nyawa di Kamboja - Wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA - Seekor tikus Afrika dianugerahi medali emas oleh badan amal kedokteran hewan Inggris.

Tikur raksana bernama Magawa ini dinilai berhak mendapat medali emas karenan kemampuannya  mendeteksi ranjau darat di Kamboja.

Magawa, sang tikus pencium ranjau ini, telah menyelamatkan banyak jiwa saat pembersihan ranjau darat yang mematikan di Kamboja. Ini adalah tikus pertama yang memenangkan gong keberanian.

"Magawa, 7 tahun, telah mengendus 39 ranjau darat dan 28 amunisi yang tidak meledak dalam karirnya yang luar biasa," demiikian dilansir dari DW, Jumat (25/9/2020).

Tikus raksasa Magawa berpose dengan medali terkalung di leher/Magawa-BBC-PDSA-PA

Tikus itu telah membersihkan 141.000 meter persegi tanah atau seluas lapangan sepak bola di negara Asia Tenggara.

Tanah tersebut merupakan bekas terjadinya peperangan sipil bruta pada 1970 dan 1980-an.

Masih ada sekitar 6 juta ranjau yang belum ditemukan menurut data Pusat Pekerjaan Ranjau Kamboja (CMAC).

Lembaga non profit Halo Trust menyebutkan ada sekitar 64.000 orang tewas dan lebih dari 25.000 orang diamputasi akibat ranjau tersebut sejak 1979.

Sejumlah hewan pengerat telah diajari teknik mengendus bahan logam peledak.

Dengan demikian, seekor tikus dapat mencari ranjau lebih cepat. Ketika mereka menemukan bahan peledak, mereka menggaruk bagian kepalanya untuk memberi tahu rekan kerja manusia mereka. Pelatihan tersebut memakan waktu satu tahun.

Dengan berat 1,2 kg dan panjang 70 cm, Magawa dapat mengitari tanah penuh ranjau tersebut tanpa mengaktifkan jebakan berpeledak tersebut.

Magawa dilaporkan dapat melakukan pencarian di tanah seluas lapangan tenis kurang dari 1,5 jam. Sementara pencarian ranjau oleh manusia membutuhkan waktu 4 hari.

"Pekerjaan Magawa secara langsung menyelamatkan dan mengubah kehidupan manusia, wanita, dan anak-anak yang terdampak tanah ranjau ini," kata Dirjen PDSA Jan McLoughlin yang dikutip dari Asosiasi Pers Inggris.

Seekor tikus pengendus ranjau hanya akan bekerja sampai berumur 7 tahun. Artinya, Magawa akan segera pensiun. Hal itu lantaran umur tikus Afrika raksasa rata-rata sampai berumur 8 tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kamboja bom ranjau paku
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top