Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kebakaran Gedung Kejagung, Jaksa Telusuri Rp100 Juta di Rekening Cleaning Service

Saksi berstatus sebagai petugas kebersihan di gedung tersebut.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 25 September 2020  |  10:14 WIB
Kondisi gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan petugas dari tim laboratorium forensik (Labfor) dan Inafis menunda olah tempat kejadian (TKP) kebakaran gedung Kejaksaan Agung karena terkendala asap sehingga belum dapat menjangkau secara keseluruhan lokasi kebakaran, rencananya olah TKP akan dilakukan pada Senin (24/8/2020). ANTARA FOTO - Galih Pradipta
Kondisi gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu (23/8/2020). Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan petugas dari tim laboratorium forensik (Labfor) dan Inafis menunda olah tempat kejadian (TKP) kebakaran gedung Kejaksaan Agung karena terkendala asap sehingga belum dapat menjangkau secara keseluruhan lokasi kebakaran, rencananya olah TKP akan dilakukan pada Senin (24/8/2020). ANTARA FOTO - Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA -- Jaksa Agung Tindak Pidana Umum (Jampidum) Fadil Jumhana mengatakan pihaknya tengah menelusuri uang Rp100 juta di rekening saksi kebakaran gedung Kejaksaan Agung.

Saksi berstatus sebagai petugas kebersihan di gedung tersebut.

Fadil dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR secara daring, Kamis (24/9/2020), berjanji akan berkerja sama dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang tengah melakukan penyidikan atas dugaan pidana dalam kebakaran gedung Kejaksaan Agung.

 “Kami dalami itu uang apa dan dari mana, nanti itu akan kami bongkar. Kemarin proses penyelidikan, belum pro justitia, ketika penyidikan ini kami minta penyidik ungkap  dari mana uangnya dan uangnya siapa," ucap Fadil seperti disiarkan dalam akun Youtube DPR RI.

Dia melanjutkan, Kejagung tidak akan menutupi seluruh peran dalam peristiwa kebakaran Gedung Bundar. Seluruh pelaku, baik sengaja maupun tidak, akan diusut sampai tuntas.

“Peran-peran yang lain kalaupun ada, kami tidak akan menutupi. Kami akan bongkar siapapun pelakunya, baik internal, baik kontraktor, siapapun yang terlibat di sini. Percayalah kepada kami,” kata Fadil.

Adapun dalam rapat tersebut anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan mencecar jaksa soal uang Rp100 juta di rekening salah seorang saksi.

Saksi yang bertugas sebagai petugas kebersihan ini juga diketahui memiliki akses ke lantai 6 Gedung Utama Kejagung yang menjadi titik awal kebakaran.

"Apa benar, dicek juga, Pak, rekening uangnya itu di atas Rp 100 juta tuh cleaning service? Apa benar, saya hanya bertanya, kalau dia diperiksa selalu didampingi oleh anak buahnya mantan JAM-lah gitu?" imbuhnya.

Sebagai informasi, Bareskrim Polri menemukan dugaan tindak pidana dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejagung yang terjadi bulan lalu.

Polisi pun menaikkan status penanganan perkara kebakaran tersebut ke tingkat penyidikan.

Kejaksaan Agung telah menerima SPDP per 18 September 2020. Selama proses penyelidikan dan penyidikan, Kejagung mencatat Bareskrim Polri telah memeriksa sekitar 130 orang saksi.

“Siapapun [saksi] yang diminta Mabes Polri kami berikan dan kami dukung, kami dampingi di sana, sampai cleaning service saja kami dampingi supaya yang bersangkutan memberi keterangan yang tenang dan jujur,” kata Fadil.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran Kejaksaan Agung
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top