Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Luhut Pandjaitan dan Sindiran Birahi Politik

Luhut Pandjaitan meminta para elit politik menahan birahi politiknya saat pandemi seperti sekarang ini.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 25 September 2020  |  14:04 WIB
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. - ANTARA
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyindir para elit politik agar tidak melakukan pengerahan massa atau kumpul-kumpul guna menekan penularan Covid-19.

Luhut meminta para elit politik menahan birahi politiknya saat pandemi seperti sekarang ini. Hal tersebut disampaikan Luhut dalam acara Mata Najwa, Rabu (23/9/2020). Kontan saja pernyataan itu memunculkan perdebatan di dunia maya.

Semula Luhut memaparkan mengenai penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah bersama dengan sejumlah pihak di delapan provinsi. Menurutnya, semua hal telah dilakukan pemerintah, tetapi dirinya menyadari apabila ada kekurangan.

“Bahwa sana-sini kurang kita manusia. Jangan gampang menyalahkan. Siapa pernah mengalami begini [wabah Covid-19]? Katakan epidemolog yang pernah mengalami? Dunia saja menjadi bingung sendiri. Amerika negara hebat gitu bingung,” ujarnya di acara Mata Najwa.

Sejurus kemudian, Luhut menyindir soal aktivitas kumpul ramai-ramai sebaiknya dihindari untuk saat ini. Dia pun menyindir agar para elit menahan birahi kekuasaan, karena akibatnya apabila mengumpulkan massa menimbulkan klaster baru.

Dia menegaskan bahwa risiko terkena Covid-19 bisa mati. Hal itu, sambungnya, tidak sepadan dengan birahi kekuasaan yang dikejar oleh para elit politik.

“Itu saya kira harus dikendalikan dalam konteks sekarang ini. Kalau sudah selesai Anda mau demo suka-sukamu. Tapi hari ini kau punya tanggungjawab. Mungkin pangkatmu, mungkin bintangmu empat, mungkin kau mantan menteri, mantan ketua ini. But you have responsibility to the people of Republic Indonesia. Jadi rebut-ribut ini dampaknya ada korban ini,” jelasnya.

Najwa Shihab selaku pembawa acara Mata Najwa, mempertanyakan pernyataan Luhut, apakah yang dimaksud adalah deklarasi KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) yang baru-baru ini digelar di Magelang.

Luhut menolak menjawab pertanyaan Najwa Shihab. “Najwa enggak usah ngadu-ngadu. Siapa saja renungkan, setiap tindakan dalam situasi krisis. Jangan sok pahlawan, sok paling bersih. Keadaan ini bicara nyawa manusia. Bicara kemanusiaan.”

Seperti diketahui, deklarasi KAMI dipelopori oleh sejumlah tokoh, di antaranya Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Menko Bidang Maritim dan Investasi Rizal Ramli, Mantan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno, Rachmawati Soekarnoputri dan lainnya.

Deklarasi KAMI di Magelang baru-baru ini sempat memanas karena tidak mengantongi izin dan digeruduk oleh sejumlah orang. Deklarasi di Magelang merupakan ke-35 kota sejak gerakan KAMI digulirkan 18 Agustus 2020.

Pernyataan Luhut pada acara Mata Najwa pun direspons netizen. Ada yang menyoal kerumunan tidak boleh dilakukan, lalu bagaimana dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan Najwa Shihab
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top