Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Beragam Jalur Masuk PTN, Ini Tips untuk Pilih Salah Satunya

Jalur masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tersedia mulai dari SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri. Lantas, apa saja perbedaannya dan harus fokus ke mana?
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 24 September 2020  |  16:18 WIB
Sejumlah peserta mengikuti pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Minggu (5/7/2020). Sebanyak 5.239 orang peserta mengikuti UTBK SBMPTN 2020 di Universitas Udayana yang dilaksanakan dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA FOTO - Fikri Yusuf
Sejumlah peserta mengikuti pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Minggu (5/7/2020). Sebanyak 5.239 orang peserta mengikuti UTBK SBMPTN 2020 di Universitas Udayana yang dilaksanakan dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA FOTO - Fikri Yusuf

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah jalur tersedia untuk bisa masuk perguruan tinggi negeri (PTN), mulai dari Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri. Lantas, apa saja perbedaannya? Lalu harus fokus ke mana?

Mengutip akun instagram @halokampus, ada beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan agar bisa fokus di salah satu jalur ujian saja sehingga selain tidak makan banyak biaya, upaya yang dilakukan para calon mahasiswa juga bisa lebih maksimal.

Pertama, SMPTN. Jalur masuk PTN yang satu ini tidak bisa diikuti oleh semua siswa SMA. Hanya 40 persen dari siswa SMA berakreditasi A yang bisa didaftarkan oleh sekolah.

Adapun, faktor yang menjadi penilaian untuk kualifikasi siswa adalah nilai rapor meliputi besar nilai, konsistensi, dan rata-rata nilai mata pelajaran tertentu. Selain itu, prestasi siswa seperti piagam tingkat provinsi, kabupaten/kota, nasional atau internasional juga menjadi bahan pertimbangan.

Kemudian, indeks sekolah juga menjadi salah satu pertimbangan siswa bisa didaftarkan di SNMPTN, misalnya indeks prestasi kumulatif siswa, dan prestasi alumni di PTN tujuan dan prestasi sekolah dalam perlombaan tingkat nasional atau internasional.

Selain itu, seberapa banyak alumni suatu SMA yang diterima di di PTN tujuan juga menjadi pertimbangan PTN untuk menerima siswa yang mendaftar melalui jalur SNMPTN.

Secara umum, kuota SNMPTN paling kecil dibandingkan dengan kuota seleksi yang lainnya, yaitu minimal hanya 20 persen.

Kedua, Jalur SBMPTN. Banyak siswa yang sering bingung, apa bedanya jalur ini dengan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). UTBK adalah nama ujiannya yang hasilnya digunakan untuk seleksi melalui SBMPTN.

Untuk seleksi SBMPTN ini secara umum minimal kuotanya paling besar yaitu sampai 40 persen. Namun beberapa PTN yang sudah memiliki status Badan Hukum akan diberikan fleksibilitas dalam menentukan kuota penerimaan dari masing-masing jalur.

Universitas Indonesia (UI) misalnya, kuota SBMPTN-nya hanya 30 persen dan fokus memperbanyak kuota Seleksi Mandiri (Simak UI) sampai 50 persen.

Ketiga, ada Seleksi Mandiri. Pada jalur ini, PTN bisa melakukan seleksi menggunakan nilai UTBK, nilai rapor, prestasi, atau menggunakan tes atau ujian terpisah yang dilakukan oleh kampus.

UTUL UGM misalnya, tahun ini menggunakan nilai UTBK, nilai rapor, dan kriteria lainnya. Sementara Simak UI mengadakan ujian sendiri yang diselenggarakan terpisah oleh kampus.

“Jadi buat siswa yang nilai rapor kelas 10 dan 11 terlanjur rendah atau jauh di bawha 40 persen terbaik, sebaiknya langsung fokus UTBK atau Seleksi Mandiri,” tulis akun @halokampus beberapa waktu lalu.

Sedangkan, untuk yang nilainya kira-kira masuk 40 persen terbaik kelas, pastikan juga punya nilai rapor yang baik sehingga tetap punya peluang mendaftar SNMPTN. Tapi tetap jangan berharap banyak lantaran kuotanya yang minim.

“Baiknya tetap persiapkan diri mulai nyicil belajar untuk UTBK dan Seleksi Mandiri juga, ya,” imbuh @halokampus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perguruan tinggi sbmptn snptn perguruan tinggi negeri
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top