Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHS Markit: Pemulihan Inggris Melambat, Manufaktur Jerman Bergeliat

Indeks Manajer Pembelian manufaktur Jerman melonjak menjadi 56,6 pada September, tertinggi dalam lebih dari dua tahun. Sementara itu, Inggris merosot ke angka 55,7 pada September dari bulan lalu 59,1.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 23 September 2020  |  16:47 WIB
Bentley Continental GT Pikes Peak by Mulliner dijalur perakitan di Pabrik Crewe, Inggris.  - Bentley
Bentley Continental GT Pikes Peak by Mulliner dijalur perakitan di Pabrik Crewe, Inggris. - Bentley

Bisnis.com, JAKARTA - Pemulihan ekonomi Inggris melambat bulan ini, menguatkan indikasi rebound yang didorong konsumsi melemah. Indeks Manajer Pembelian IHS Markit merosot ke angka 55,7 pada September dari bulan lalu 59,1.

"Rebound awal dari lockdown Covid-19 menunjukkan tanda-tanda memudar. Pertumbuhan bisa memudar lebih jauh saat kita memasuki bulan-bulan musim dingin, terutama karena langkah-langkah penguncian diperketat," kata Chris Williamson, ekonom di IHS Markit, dilansir Bloomberg, Rabu (23/9/2020).

Prospek semakin meredup setelah pemerintah mengatakan karyawan kantor harus bekerja dari rumah selama enam bulan ke depan dan membatasi jam buka bar untuk menahan kembalinya virus.

Sementara itu, indeks awal aktivitas jasa turun menjadi 55,1, juga terendah dalam tiga bulan. Restoran mengalami kesulitan karena pencabutan program subsidi dari pemerintah.

Sedangkan tingkat ketenagakerjaan merosot dengan laju yang tajam. Penghentian program cuti dari pemerintah mempercepat keputusan perusahaan untuk memecat staf. Optimisme bisnis juga menjadi yang terlemah sejak Maret.

Sementara itu, berbeda dengan Inggris, Indeks Manajer Pembelian manufaktur Jerman melonjak menjadi 56,6 pada September, tertinggi dalam lebih dari dua tahun. Bulan lalu indeks PMI Jerman berada di angka 52,2. Sebaliknya, indeks jasa terpangkas menjadi 49,1, menjatuhkan indeks gabungan ke level terendah dala tiga bulan.

Kelemahan yang terakhir dikaitkan dengan peningkatan kasus virus Corona yang terlihat di seluruh Eropa dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu mendorong negara-negara untuk memberlakukan pembatasan baru untuk menahan penyebaran.

Ifo Institute Jerman mengatakan kemerosotan ekonomi tahun ini akan lebih kecil dari yang diantisipasi sebelumnya. Lembaga itu merevisi prediksi pertumbuhan ekonomi menjadi minus 5,2 persen.

Sementara manufaktur akan mendapat keuntungan dari peningkatan permintaan global, dia memperingatkan bahwa pembatasan perilaku konsumen berarti beberapa perusahaan tidak akan bertahan, yang berimplikasi pada pengangguran.

"Jasa mungkin telah mencapai batas atas berkat pembatasan sosial yang sedang berlangsung dan tingkat ketidakpastian yang masih tinggi dalam perekonomian, termasuk seputar keamanan pekerjaan. Manufaktur masih rebound kuat sebagian berkat peningkatan permintaan ekspor," kata ekonom IHS Markit Phil Smith.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jerman inggris purchasing managers index indeks manufaktur

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top