Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mengkhawatirkan! 200 Ribu Orang Lebih Meninggal karena Covid-19 di AS

"Kami mungkin berada dalam kondisi yang sangat mengkawatirkan pada musim gugur ini, maaf untuk mengatakannya," kata Peter Hotez, Dekan Fakultas Kedokteran Tropis Baylor College of Medicine.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 September 2020  |  06:40 WIB
Ilustrasi-Suasana di Bandara Internasional Los Angeles, 7 Juli 2020. - Bloomberg/Patrick T. Fallon
Ilustrasi-Suasana di Bandara Internasional Los Angeles, 7 Juli 2020. - Bloomberg/Patrick T. Fallon

Bisnis.com, JAKARTA - Akibat sebagian besar negara bagian Amerika Serikat (AS)  keliru dalam penanganan Virus Corona, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) kembali mengingatkan tentang ancaman bagaimana virus menyebar yang sangaat mengkhawatirkan.

AS bersiap menghadapi 200.000 kematian akibat Virus Corona, dengan jumlah kasus baru meningkat di 28 negara bagian, menurut data dari Universitas Johns Hopkins seperti dikutip CNN.com, Selasa (21/9/2020).

Sedangkan, menurut data Worldometers.info, angka kematian di AS telah mencapai 204.414 orang hingga pagi ini.

Panduan CDC terbaru menyatakan bahwa Virus Corona dapat menyebar melalui udara dari nafas seseorang

"Kami mungkin berada dalam kondisi yang sangat mengkawatirkan pada musim gugur ini, maaf untuk mengatakannya," kata Peter Hotez, Dekan Fakultas Kedokteran Tropis Baylor College of Medicine.

"Dan itu terjadi karena kita memaksa sekolah untuk dibuka kembali di daerah transmisi tinggi. Kita memaksa perguruan tinggi untuk dibuka kembali, dan kita tidak memiliki kepemimpinan secara nasional untuk memberi tahu orang-orang untuk memakai topeng dan menjaga jarak sosial serta melakukan semua hal yang perlu dilakukan," ujarnya.

Drjeanne Marrazzo, Direktur Divisi Penyakit Menular di Universitas Alabama Birmingham, setuju bahwa musim gugur ini "bisa menjadi kiamat" setelah terjadi lonjakan penyebaran baru-baru ini.

“Kenapa penyebaran kita naik kembali? Saya pikir ada beberapa alasan,"kata Marrazzo.

"Salah satunya adalah kelelahan masyarakat umum. Orang benar-benar lelah dengan ini," katanya.

Sedangkan hal kedua adalah pesan yang sepenuhnya kontradiktif, bukan hanya informasi yang salah, tetapi juga kebingungan tentang bagaimana penyebaran Virus Corona.

Dia mengutip data terbaru CDC yang menyatakan Anda bisa tertular Covid-19 hanya dengan menghirup partikel kecil dari nafas orang yang terinfeksi yang bertahan atau terbang di udara.

"Ada bukti yang berkembang bahwa tetesan dan partikel di udara dapat tetap tersuspensi di udara dan dihirup oleh orang lain sejauh 6 kaki," menurut situs CDC.

"Secara umum, lingkungan ruangan tanpa ventilasi akan meningkatkan risiko ini."

Banyak dokter telah mengetahui hal itu selama berbulan-bulan sehingga mereka mengimbau masyarakat untuk memakai masker.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top