Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bakal Diblokir Mulai Minggu, Warga AS Ramai-ramai Unduh Aplikasi WeChat

Pengguna iPhone di Amerika Serikat bergegas untuk menginstal aplikasi WeChat menjelang pemblokiran oleh Pemerintah Donald Trump yang ditetapkan akan berlaku mulai Minggu (20/9/2020) waktu setempat.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 19 September 2020  |  10:59 WIB
Ilustrasi - Aplikasi Wechat. Bloomberg -  Andrew Harrer
Ilustrasi - Aplikasi Wechat. Bloomberg - Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA – Pengguna iPhone di Amerika Serikat bergegas untuk menginstal aplikasi WeChat menjelang pemblokiran oleh Pemerintah Donald Trump yang ditetapkan akan berlaku mulai Minggu (20/9/2020) waktu setempat.

Dikutip dari Bloomberg, unduhan WeChat melonjak sehingga aplikasi itu menjadi yang paling banyak diunduh ke-100 di AS pada hari Jumat (18/9/2020). Hal itu didasarkan pada data dari perusahaan analitik seluler SensorTower.

Padahal, aplikasi ini biasanya berada di peringkat antara 1.000 dan 1.500 sepanjang 2020. Peningkatan unduhan pada Jumat (18/0/2020) membawa aplikasi tersebut untuk pertama kalinya memasuki 500 unduhan teratas.

Hal ini terjadi setelah pemerintah AS menyatakan akan melarang WeChat, yang dijalankan oleh Tencent Holdings Ltd. Tiongkok, dan aplikasi populer milik Tiongkok lainnya, TikTok, dengan alasan masalah keamanan nasional.

Larangan tersebut dijadwalkan mulai berlaku mulai Minggu (20/9/2020) waktu setempat. Dengan demikian, para pengguna WeChat dan TikTok di AS tidak akan lagi dapat mengunduh aplikasi tersebut atau mengunduh pembaruannya.

Sebagai tambahan, WeChat akan mendapat masalah tambahan dari Pemerintah AS yang melarang perusahaan Amerika untuk menjalankan transaksi dan melakukan lalu lintas internet lewat aplikasi tersebut.

Dengan demikian, pengguna yang masih menggunakan aplikasi itu, kemungkinan akan mengalami perlambatan dan gangguan karena layanan teknologi pihak ketiga yang membuatnya tetap berjalan tidak akan berfungsi lagi.

“WeChat AS untuk semua tujuan praktis akan ditutup,” kata Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross, dikutip dari Bloomberg, Sabtu (19/9/2020).

Sementara itu, berdasarkan data SensorTower, peringkat TikTok sebagai aplikasi terpopuler keempat di toko iPhone tidak berubah setelah adanya pengumuman tersebut. Dengan begitu, TikTok tetap bertahan pada jajaran 15 besar aplikasi dengan unduhan terbanyak sepanjang 2020.

ByteDance Ltd. sebagai pemilik TikTok sejatinya sedang merundingkan kesepakatan untuk menyerahkan kendali atas operasi dan datanya di AS kepada Oracle Corp. Hal ini dilakukan untuk memenuhi kekhawatiran AS bahwa data pengguna di negara mereka bsia jatuh ke tangan pemerintah China.

Pengecualian untuk TikTok, perusahaan ini masih dapat melakukan bisnis dengan perusahaan Amerika hingga 12 November. Artinya, aplikasi tersebut, kemungkinan akan terus berfungsi untuk pengguna hingga setelah pemilihan presiden 3 November.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wechat iphone Donald Trump

Sumber : Bloomberg

Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top