Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Joe Biden Bantah Klaim Trump bahwa Vaksin Covid-19 Segera Tersedia

Joe Biden merupakan kandidat presiden AS dari Partai Demokrat atau penantang Donald Trump dalam pemilu yang akan dihelat November nanti.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 September 2020  |  17:18 WIB
Calon presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden terlihat menyampaikan pidatonya dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat yang disiarkan secara live streaming melalui sebuah laptop di Tiskilwa, Illinois, AS, Kamis (20/8/2020). - Bloomberg/Daniel Acker
Calon presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden terlihat menyampaikan pidatonya dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat yang disiarkan secara live streaming melalui sebuah laptop di Tiskilwa, Illinois, AS, Kamis (20/8/2020). - Bloomberg/Daniel Acker

Bisnis.com, JAKARTA - Klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait vaksin virus Corona atau Covid-19 yang mungkin tersedia dalam beberapa pekan ke depan ditentang oleh Joe Biden.

Biden merupakan kandidat presiden AS dari Partai Demokrat atau penantang Donald Trump dalam pemilu yang akan dihelat November nanti.

"Pemikiran bahwa akan ada vaksin dan semua akan baik-baik saja esok-- adalah hal yang tidak rasional," ujar Biden dalam town hall meeting (acara dengar pendapat) yang diselenggarakan CNN di Moosic, Pennsylvania, Kamis (17/9/2020) waktu setempat.

Biden juga memperingatkan rakyat AS bahwa kata-kata Trump tidak dapat dipercaya. Pada Rabu (16/9/2020), Trump, lagi-lagi menyebut bahwa sebuah vaksin untuk Covid-19 akan siap didistribusikan menjelang pemilihan presiden 3 November.

Kebanyakan pakar kesehatan, termasuk Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Robert Redfield, mengatakan vaksin Covid-19 belum akan tersedia secara luas, setidaknya hingga pertengahan 2021.

Namun, Trump menuduh Biden menyebarkan 'retorika antivaksin', sedangkan Biden sendiri menekankan bahwa dirinya akan mendengarkan pendapat para ilmuwan, bukan presiden, berkaitan dengan keamanan vaksin.

CNN menyebut pertemuan itu sebagai "drive-in town hall" karena para peserta sepanjang acara tetap berada dalam mobil di area parkir untuk memastikan jarak mereka satu dengan yang lain aman.

Pertemuan tersebut adalah acara dengar pendapat pertama yang diselenggarakan Biden untuk menjawab pertanyaan konstituen secara langsung, sejak ia pada Agustus secara resmi diajukan partai sebagai kandidat presiden. 

Biden menghabiskan banyak sesi dalam forum tersebut untuk menyerang Trump atas penanganan wabah, termasuk mengomentari pengakuan langsung Trump kepada jurnalis Bob Woodward bahwa ia sengaja meremehkan penyakit maut Covid-19. "Dia tahu itu, dan tidak melakukan apa pun. Itu hampir seperti penjahat," kata Biden.

Trump sendiri berdalih bahwa sikap itu diambilnya untuk menghindari kepanikan. Terkait dengan penggunaan masker, Biden menyebut dirinya tidak mempunyai kuasa untuk menegakkan aturan wajib masker. Pandangan itu berbeda dengan pernyataan yang dia berikan pada Rabu (16/8/2020), bahwa presiden yang dapat secara hukum mewajibkan penggunaan masker di tengah situasi darurat nasional.  

Namun, Biden berjanji untuk mendorong setiap gubernur negara bagian untuk mengambil langkah itu, sambil mengkritik Trump yang mempertanyakan efektivitas penggunaan masker. 

Hingga 18 September 2020, jumlah kasus Covid-19 di AS tercatat 6,8 juta atau konsisten menjadi yang tertinggi di dunia, di tengah angka kasus global yang kini telah melampaui 30 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump Pemilu Amerika covid-19 Joe Biden

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top