Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pilpres AS 2020: Joe Biden Tuduh Donald Trump Langgar Janji Kampanye

Biden mengatakan Trump sebelumnya pada 2016 berkampanye untuk menghidupkan kembali manufaktur di AS, serta menciptakan lebih banyak pekerjaan di AS. Namun, janji ini dinilainya tidak terwujud.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 11 September 2020  |  19:31 WIB
Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, yang mencalonkan diri pada pemilihan presiden tahun ini mewakili Partai Demokrat, berkampanye di pabrik perakitan Mack FCA (Fiat Chrysler Automobiles) di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Selasa (10/3/2020). - Antara/Reuters
Mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, yang mencalonkan diri pada pemilihan presiden tahun ini mewakili Partai Demokrat, berkampanye di pabrik perakitan Mack FCA (Fiat Chrysler Automobiles) di Detroit, Michigan, Amerika Serikat, Selasa (10/3/2020). - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Calon Presiden Amerika Serikat Joe Biden menuduh Presiden Donald Trump melanggar janjinya untuk meningkatkan sektor manufaktur dan menciptakan pekerjaan. Biden menyebut Trump telah menghabiskan separuh abad di Washington untuk menjual negara dan mencuri pekerjaan orang Amerika Serikat.

“Dia berharap kita hanya memiliki ingatan yang buruk,” kata Biden. Dia tidak memberi kita banyak pujian, tetap orang Amerika cerdas, sopan, dan pekerja keras," kata Biden sepeti dikutip dari Bloomberg, Jumat (11/9/2020).

Sementara Biden mengeluarkan fokus baru terkait masalah ekonomi, dimulai dengan mendorong sektor manufaktur dan operasi Amerika Serikat. Dia menyerukan denda pajak 10 persen pada perusahaan AS yang memindahkan operasinya ke luar negeri. Selain itu, kredit pajak 10 persen untuk perusahaan yang menciptakan pekerjaan di AS.

"Di bawah Donald Trump, Michigan kehilangan pekerjaan otomotif, bahkan sebelum Covid-19 melanda. Bagaimana dengan offshoring? Apakah Trump menghentikan perusahaan untuk mengirimkan pekerjaan Amerika ke luar negeri? Anda sudah tahu jawabannya, tentu saja tidak," katanya.

Biden juga berjanji untuk membalikkan kebijakan administrasi Trump yang memungkinkan offshoring berlangsung dan mengambil tindakan eksekutif selama minggu pertamanya menjabat untuk mengarahkan pemerintah membeli barang-barang Amerika dan mendukung rantai pasokan Amerika dalam proses pengadaan.

Biden mengatakan Trump sebelumnya pada 2016 berkampanye untuk menghidupkan kembali manufaktur di AS, serta menciptakan lebih banyak pekerjaan di AS. Sebagian besar melalui pencapaian legislatif yang khas, yakni UU Perpajakan tahun 2017. Namun, kekuatan ekonomi yang dia rencanakan runtuh karena virus corona atau Covid-19.

Biden menargetkan keuntungan dari luar negeri dengan mewajibkan perusahaan membayar pajak minimal 15 persen atas keuntungan domestik mereka. Kombinasi tersebut akan sangat menghambat kemampuan perusahaan untuk mengalihkan pendapatan, dan keringanan pajak antar negara untuk menghindari pembayaran retribusi di AS dan luar negeri.

Biden mengusulkan tarif pajak perusahaan 28 persen ditambah pajak tambahan 10 persen atas keuntungan dari produksi apa pun oleh perusahaan AS di luar negeri untuk dijual di tanah Amerika. Selain itu, dia juga membuat tarif pajak keseluruhan atas laba tersebut sebesar 30,8 persen.

"Biaya tambahan adalah upaya untuk mencegah perusahaan dari belanja tarif pajak," kata Carl Tannenbaum, kepala ekonom di Northern Trust dan mantan pejabat di Chicago Federal Reserve.

Calon presiden AS dari Partai Demokrat Joe Biden terlihat menyampaikan pidatonya dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat yang disiarkan secara live streaming melalui sebuah laptop di Tiskilwa, Illinois, AS, Kamis (20/8/2020)./Bloomberg-Daniel Acker

Menurutnya, Biden mencoba menutup pintu bagi perusahaan multinasional yang cukup fleksibel untuk memindahkan operasi ke yurisdiksi lain.

Tannenbaum menunjukkan bahwa perubahan ini akan membutuhkan tindakan kongres dan kesuksesan akan bergantung pada Demokrat yang memenangkan mayoritas bukti filibuster di Senat pada bulan November.

Biden juga mengusulkan kredit pajak 10 persen pada produk berlabel "Made in America" untuk perusahaan yang menciptakan lapangan kerja bagi pekerja Amerika. Hal tersebut untuk mempercepat pemulihan ekonomi.

Hal ini juga untuk merevitalisasi fasilitas yang tertutup atau hampir tertutup, memperlengkapi kembali atau memperluas fasilitas, dan membawa pekerjaan produksi atau jasa kembali ke AS dan menciptakan pekerjaan ke AS.

Ini juga akan berlaku ketika sebuah perusahaan menaikkan gaji manufaktur di atas dasar pra-Covid untuk pekerjaan yang membayar hingga US$ 100.000.

Kampanye Trump juga telah mengusulkan kredit pajak untuk label "Made in America", tetapi dia tidak memberikan rincian tentang bagaimana itu akan berhasil.

Biden akan menggandakan tarif pajak Trump menjadi pajak minimum 21 persen untuk semua pendapatan asing perusahaan AS di luar negeri. Dia juga akan mengakhiri penggunaan strategi tax-haven dengan menerapkan pajak minimum untuk setiap negara asing secara terpisah.

Di antara tindakan lain, dia juga akan menindak perusahaan yang melabeli produk sebagai Made in America jika mereka berasal dari China atau tempat lain dan membuat kantor Made in America di dalam Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih untuk memastikan bahwa pemerintah mematuhinya.

Adapun tingkat pengangguran Michigan adalah 8,7 persen pada Juli, turun lebih dari 6 poin dari bulan sebelumnya, karena ekonomi negara bagian mulai dibuka kembali setelah lockdown karena virus corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

biden amerika serikat Donald Trump Pilpres AS 2020 Joe Biden

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top