Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump Berencana Anggarkan Dana Pribadi US$100 Juta untuk Kalahkan Joe Biden

Juru bicara kampanye Trump tidak menampik bahwa ada rencana melipat gandakan ongkos kampanye hingga 2 kali lipat dibandingkan anggaran saat Pilpres 2016.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 08 September 2020  |  16:43 WIB
 Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara di Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020). (Thomas Werner - Bloomberg)\n
Presiden AS Donald Trump berbicara selama acara di Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin, Amerika Serikat pada Kamis (25/6/2020). (Thomas Werner - Bloomberg)\\n

Bisnis.com,JAKARTA - Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk merogoh kocek hingga US$100 juta untuk keperluan kampanye Pilpres 2020. Gagasan tersebut diutarakan Trump dengan sejumlah kalangan dari lingkaran dekatnya, menurut pemberitaan Bloomberg.

Bila wacana itu terealisasi, artinya uang yang bakal dikeluarkan politikus Republik tersebut bakal lebih besar dari Pilpres sebelumnya. Pada 2016 lalu, saat mengalahkan Hillary Clinton, Trump cuma merogoh duit pribadi senilai US$ 66 juta dari kantongnya.

Tim Murtaugh, juru bicara kampanye Trump, enggan berkomentar banyak terkait kabar tersebut.

Dia tak menampik bahwa ada kemungkinan kebutuhan kampanye Trump bisa naik 2 kali lipat. Hanya saja, Murtaugh enggan merinci secara spesifik berapa nominal yang akan bersumber dari kekayaan pribadi Trump.

"Penggalangan dana yang dilakukan tim Presiden Trump telah memecahkan rekor dan kami sedang berhati-hati dalam menyusun anggaran, sehingga investasi kami bisa bernilai 2 kali lipat dibandingkan pada 2016 lalu," kata Murtaugh seperti diwartakan Bloomberg, Selasa (8/9/2020).

Sebelumnya, Bloomberg mencatat bahwa aset kekayaan Trump telah susut US$ 300 juta sejak dirinya menjabat sebagai orang nomor satu AS pada 2016 silam.

Pada 2015, Bloomberg mencatat kekayaan Trump berkisar US$3 miliar. Kini, angka tersebut menyusut 10 persen menjadi US$ 2,7 miliar.

Dari penurunan tersebut, US$ 200 juta di antaranya terjadi hanya dalam kurun setahun terakhir. Artinya, penurunan terparah aset Trump terjadi sepanjang 2019-2020.

Aset terbesar Trump saat ini ada pada kepemilikannya terhadap Vornado yang disetimasi setara US$685 juta. Disusul dengan bangunan lapangan golf dan resort, yang diperkirakan mencapai US$ 430 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Donald Trump Pilpres as 2020 Joe Biden

Sumber : Bloomberg

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top