Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Klaster Keluarga, Dokter Paru Sarankan Pakai Masker di Rumah

Klaster Covid-19 di kalangan keluarga makin menjamur. Ternyata, hal ini karena banyak yang masih tidak percaya dengan adanya Covid-19.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 18 September 2020  |  14:05 WIB
Dua orang anak menggunakan masker pelindung wajah saat bermain di depan mural bertema Covid-19 di Jakarta, Senin (27/7/2020). - Antara\n\n
Dua orang anak menggunakan masker pelindung wajah saat bermain di depan mural bertema Covid-19 di Jakarta, Senin (27/7/2020). - Antara\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyarankan masyarakat untuk tetap menggunakan masker di dalam rumah terkait dengan upaya mencegah penularan Covid-19 di tengah keluarga.

Ketua Umum PDPI Agus Dwi Susanto berpendapat langkah itu mesti diambil untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 kepada kelompok rentan di dalam keluarga.

“Kita mesti waspada dengan kelompok rentan, ada kelompok rentan di keluarga misalkan orangtua, anak-anak, orang yang sudah punya kelompok dasar penyakit seperti paru, jantung itu rentan untuk terinfeksi. Kalau kita memang orang yang beraktivitas di luar rumah sebaiknya di dalam rumah tetap menggunakan masker,” kata Agus dalam acara diskusi di BNPB pada Jumat (18/9/2020).

Menurut Agus, sterilisasi anggota keluarga setelah beraktivitas di luar rumah tidak cukup untuk memutus laju penyebaran kepada kelompok rentan.

Adapun sterilisasi yang dimaksud meliputi mencuci baju, mandi ataupun mencuci alat-alat sehabis beraktivitas di luar rumah.

Klaster Covid-19 di kalangan keluarga makin menjamur. Ternyata, hal ini karena banyak yang masih tidak percaya dengan adanya Covid-19.

Analis dan Penulis @pandemictalks Firdza Radiany menyebutkan bahwa dari data yang dihimpun ternyata kemunculan klaster keluarga cukup banyak dan signifikan.

“Di Bogor ada 48 keluarga dengan 189 kasus. Paling parah di Bekasi 155 keluarga dan 437 orang. Yogyakarta ada 9 klaster dan 13 kasus, Malang 10 klaster dan 35 kasus, dan Semarang 8 klaster dengan 10 kasus,” jelasnya, Senin (7/9/2020).

Firdza menyimpulkan bahwa klaster keluarga terjadi ketika anggota keluarga beraktivitas di luar rumah dan terpapar virus lalu menularkan anggota keluarga lainnya sehingga seluruh anggotanya terkena Covid-19.

“Ini berbahaya karena setelah klaster kantor akhirnya masuk ke keluarga. Padahal, keluarga ini unit sosial kecil. Dengan kultur Indonesia yang suka berkunjung dan silaturahmi ke rumah warga bisa mempercepat klaster antar-rumah. Hal ini diperburuk karena warga menolak swab karena stigma takut dikucilkan,” terangnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

masker covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top