Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WFH Bikin Produktivitas dan Kreativitas Pekerja di JPMorgan Turun

Kekhawatiran WFH tidak mampu menggantikan interaksi organik menjadi salah satu alasan bagi JPMorgan Chase & Co. untuk kembali memberlakukan sistem bekerja dari kantor dalam waktu dekat.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 16 September 2020  |  00:06 WIB
JP Morgan Chase - Reuters/Lucas Jackson
JP Morgan Chase - Reuters/Lucas Jackson

Bisnis.com, JAKARTA – Skema bekerja dari rumah atau work from home (WFH) menjadi masalah bagi salah satu bank terbesar di Amerika Serikat, JPMorgan Chase & Co. karena membuat produktivitas para pekerjanya menurun.

Dalam pertemuan dengan Analis Keefe, Bruyette & Wood (KBW), CEO JPMorgan Chase & Co. Jamie Dimon mendiskusikan penurunan produktivitas tersebut. Kekhawatiran WFH tidak mampu menggantikan interaksi organik menjadi salah satu alasan perusahaan itu kembali memberlakukan sistem bekerja dari kantor dalam waktu dekat.

Dikutip dari Bloomberg, Selasa (15/9/2020), Tim Analis KBW dalam catatannya kepada para klien pada 13 September 2020 menuturkan dari pertemuannya dengan Dimon, sistem WFH terbukti berdampak terhadap produktivitas pekerja dan kreativitas para karyawan muda JPMorgan.

“Secara umum Jamie berpandangan bahwa kembali bekerja dari kantor akan berdampak baik terhadap para pekerja mudanya sekaligus menumbuhkan kembali kreativitas,” tulis Analis KBW Brian Kleinhanzl dalam laporannya.

Juru Bicara JPMorgan Michael Fuso kemudian mengklarifikasi laporan tersebut dengan mengatakan bahwa sebenarnya penurunan kinerja terjadi secara umum di perusahaan. Dia hanya mengatakan bahwa para pekerja muda memang terancam melewatkan kesempatan belajar karena tidak bekerja dari kantor.

Apa yang terjadi di JPMorgan menggambarkan bahwa bekerja dari rumah tidaklah mudah, khususnya untuk beberapa pekerjaan. Padahal, studi prapandemi menunjukkan bahwa WFH dapat dilakukan seefisien WFO.

Tak heran jika pada pekan lalu, akhirnya perusahaan meminta para pekerjanya, khususnya yang berposisi senior di divisi perdagangan dan pemasaran untuk kembali WFO mulai 21 September 2020. Adapun, pekerja dari divisi lain diminta untuk WFO sesuai ketentuan di New York, yakni dengan keterisian kantor maksimum 50 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sdm jpmorgan Work From Home
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top