Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Bantah RSD Wisma Atlet Sudah Penuh, Begini Kondisinya

Presiden Jokowi menyatakan pemerintah telah menambah tempat tidur untuk isolasi mandiri Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta yang mampu menampung 4.863 orang di Tower 4 dan Tower 5.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 14 September 2020  |  12:09 WIB
Presiden Joko Widodo merapikan masker yang digunakannya saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool - aww.
Presiden Joko Widodo merapikan masker yang digunakannya saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool - aww.

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta masih kosong dan mampu menampung tambahan 2.581 pasien dengan gejala ringan.

“Kita lihat di Wisma Atlet masih kosong masih bisa menampung 2.581 [orang]. Masih mempunyai ruang untuk gejala ringan. Ini 858 [orang] di Tower 6 dan 1.723 [orang] di Tower 7,” kata Presiden dalam pembukaan rapat rerbatas laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/9/2020).

Selain itu, pemerintah juga menambah tempat tidur untuk isolasi mandiri Wisma Atlet Kemayoran. Fasilitas ini mampu menampung 4.863 orang di Tower 4 dan Tower 5.

“Ada juga di Balai Pelatihan Kesehatan di Ciloto juga ada 653 orang yang bisa ditampung di situ, dan beberapa di Bapelkes di Batam, Semarang, Makasar juga terus disiapkan,” tambah Presiden.

Jokowi menambahkan bahwa pemerintah juga telah kerja sama dengan hotel bintang satu dan hotel bintang dua sebagai fasilitas karantina. Sejauh ini ada 15 hotel dengan kapasitas 3.000 orang di DKI Jakarta.

Adapun, tingkat ketersediaan fasilitas kesehatan menjadi alasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Ibu Kota. Menurutnya tanpa PSBB, ruang isolasi dan ruang ICU rumah sakit rujukan Covid-19 akan penuh pada 17 September 2020.

“Bila situasi ini berjalan terus, data yang kita miliki bisa dibuat proyeksi tanggal 17 September tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh dan sesudah itu tidak bisa menampung pasien Covid-19 lagi dan ini waktunya tinggal sedikit,” kata Anies saat mengumumkan rencana penerapan PSBB beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyebutkan bahwa kapasitas rumah sakit di Jakarta sudah di atas rata-rata ideal.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan tujuh dari 67 rumah sakit rujukan Covid-19 di Ibu Kota melaporkan bahwa ruang ICU dan isolasi penuh 100 persen. Kemudian 46 dari 67 rumah sakit rujukan atau 68,8 persen terisi lebih dari 60 persen.

Menurut Wiku, hanya 20,9 persen rumah sakit rujukan dengan kondisi ideal atau tingkat keterisian kurang dari 60 persen. Pada saat yang sama rumah sakit darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran menyisakan 1.100 tempat tidur atau 40,74 persen dari total kapasitas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Virus Corona WISMA ATLET covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top