Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hasil Tes PCR Covid-19 Kerap Terlambat Disampaikan, Ini Kata Epidemiolog

Ahli epidemiologi Indonesia di Griffith University Australia Dicky Budiman menyampaikan bahwa hal itu fenomena lama yang masih menjadi kendala dalam penanganan Covid-19 hingga saat ini.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 09 September 2020  |  21:13 WIB
Sejumlah calon relawan mengantre untuk melakukan tes kesehatan di Komplek Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). - Antara
Sejumlah calon relawan mengantre untuk melakukan tes kesehatan di Komplek Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 selalu ada catatan terkait puluhan laboratorium belum melaporkan hasil tes PCR.

Ahli epidemiologi Indonesia di Griffith University Australia Dicky Budiman menyampaikan bahwa hal itu fenomena lama yang masih menjadi kendala dalam penanganan Covid-19 hingga saat ini.

"Ini fenomena lama yang telah terjadi. Ini karena distribusi pemeriksaan sampel yang belum merata," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (9/9/2020).

Lebih lanjut, masih terdapat laboratorium dengan beban pemeriksaan sampel yajg terlalu tinggi, tidak diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang mencukupi. Padahal, sambung Dicky, pemeriksaan spesimen dengan metode Real Time PCR masih melibatkan peran serta manusia di dalamnya.

"SDM sudah terbatas jumlahnya ditambah ada SDM laboratorium yang terpapar Covid misalnya positif atau sekadar dikarantina," katanya.

Selain itu, jumlah laboratorium di Indonesia, terutama di daerah, relatif masih terbatas yang memenuhi kriteria untuk melakukan pemeriksaan PCR

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

laboratorium covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top