Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Australia Perpanjang Lockdown Victoria, Ekonomi Makin Parah

Kendati dilonggarkan, 5 juta penduduk Melbourne akan diminta untuk tinggal di rumah hingga 26 Oktober atau sampai kasus Covid-19 baru turun menjadi 5 sehari.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 07 September 2020  |  10:04 WIB
Petugas medis di Victoria yang sedang mengenakan APD - Bloomberg
Petugas medis di Victoria yang sedang mengenakan APD - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Australia memperingatkan risiko ekonomi setelah negara bagian Victoria baru saja mengumumkan pelonggaran bertahap dari salah satu penguncian paling ketat di dunia

Dalam kebijakan ini, negara bagian Victoria masih akan mengendalikan sektor-sektor utama ekonomi setidaknya akhir Oktober selama pelonggaran tersebut.

Ritel, perhotelan, pariwisata, dan hiburan akan dibatasi di seluruh negara bagian dan 5 juta penduduk Melbourne akan diminta untuk tinggal di rumah hingga 26 Oktober atau sampai kasus Covid-19 baru turun menjadi 5 sehari.

Perkantoran juga akan diwajibkan bekerja dari rumah hingga setidaknya 23 November, di bawah peta jalan yang diumumkan oleh Perdana Menteri negara bagian Daniel Andrews.

"Jika kami membuka terlalu cepat maka kami memiliki kemungkinan yang sangat tinggi bahwa kami tidak benar-benar terbuka sama sekali, kami baru memulai gelombang ketiga. Kami harus mengambil langkah-langkah yang mantap," kata Andrews dilansir Bloomberg, Senin(7/9/2020)

Sebelumnya diketahui, Victoria kini menjadi episentrum pandemi di Australia dan tindakan penguncian atau lockdown akan merusak upaya Perdana Menteri Scott Morrison untuk membawa ekonomi keluar dari resesi pertamanya dalam hampir 30 tahun.

Sementara Jerman dan Prancis sangat menentang pemberlakuan kembali lockdown bahkan ketika kasus meningkat, Victoria telah memilih kontrol yang lebih ketat untuk kedua kalinya, memberlakukan jam malam di ibu kota negara bagian.

Langkah-langkah tersebut berhasil memangkas kasus harian dari puncak 687 pada awal Agustus menjadi hanya 41 pada Senin.

Negara bagian terpadat kedua itu menyumbang sekitar seperempat dari produk domestik bruto Australia, tetapi terisolasi setelah negara bagian lain menutup perbatasan karena lonjakan transmisi kasus.

Morrison yang mendesak negara-negara bagian untuk mencabut pembatasan perbatasan agar ekonomi segera bangkit mengatakan langkah untuk memperpanjang langkah-langkah penguncian adalah pukulan bagi masyarakat Victoria.

Dia menekankan perlunya pelacakan kontak yang kuat dan menekankan bahwa Victoria tertinggal dari kemampuan negara tetangganya, New South Wales, yang dapat mengontrol klaster virus dan menjaga ekonominya tetap terbuka.

Business Council of Australia meminta Andrews untuk bergerak lebih cepat untuk membuka kembali bisnis dan membuat ekonomi negara bergerak lagi.

"Akan ada kerusakan ekonomi, kesehatan dan sosial yang parah yang disebabkan oleh penguncian yang berkelanjutan dan prospek aktivitas yang berkurang tajam selama berbulan-bulan," kata Chief Executive Officer Innes Willox.

Sebelumnya, penguncian pertama Australia, yang berlangsung kira-kira dari Maret hingga Mei, adalah salah satu yang paling sukses di dunia, menurunkan jumlah kasus menjadi hanya beberapa hari di seluruh negeri.

Namun, kegagalan keamanan di hotel karantina untuk wisatawan yang kembali dan komunikasi yang buruk tentang informasi penting kepada komunitas migran memungkinkan virus menyebar kembali di Victoria.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia Virus Corona Lockdown

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top