Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sebanyak 83 Persen Tenaga Kesehatan Alami Keletihan Mental

Selain dari aspek perlindungan tubuh secara fisik yang rentan terpapar virus corona, masalah mental pun tak luput dialami oleh petugas medis.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 September 2020  |  20:41 WIB
Seorang warga yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 membawa spanduk bertuliskan ucapan terima kasih kepada tenaga medis saat dipulangkan dari tempat karantina di Asrama Haji Surabaya pekan lalu. - Antara
Seorang warga yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 membawa spanduk bertuliskan ucapan terima kasih kepada tenaga medis saat dipulangkan dari tempat karantina di Asrama Haji Surabaya pekan lalu. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Pandemi Covid-19 di Indonesia telah mengakibatkan peningkatan beban kerja bagi para tenaga kesehatan. Sayangnya, hal tersebut pun tak lepas dari berbagai risiko yang bisa menimpa.

Selain dari aspek perlindungan tubuh secara fisik yang rentan terpapar virus corona, masalah mental pun tak luput dialami oleh petugas medis.

Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Program Studi Magister Kedokteran Kerja–Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengungkapkan bagaimana para petugas medis mengalami tingkat stres yang sangat tinggi sehingga berdampak pula pada kualitas hidup mereka. Ini dikenal dengan istilah burnout syndrome atau keletihan mental.

Menurut ketua tim peneliti yang sekaligus dokter okupasi Dewi Soemarko, studi menunjukkan bahwa sebanyak 83 persen tenaga kesehatan di Indonesia mengalami burnout syndrome tersebut. Dia pun cukup khawatir dengan segala efek jangka panjang yang bisa ditimbulkan dari masalah kesehatan mental tersebut.

“Beberapa efek jangka panjang yang bisa timbul akibat burnout syndrome ini termasuk depresi, kelelahan ekstrem, bahkan merasa kurang kompeten dalam menjalankan tugas. Tentunya ini bisa berdampak pada kualitas pelayanan medis terkait upaya memerangi Covid-19,” katanya dalam konferensi pers virtual, Jumat (4/9/2020).

Selain burnout syndrome, survei lain pun menunjukkan bahwa sekitar 41 persen tenaga kesehatan mengalami keletihan emosi derajat sedang dan berat, 22 persen mengalami kehilangan empati derajat sedang dan berat, serta 52 persen mengalami kurang percaya diri derajat sedang dan berat.

Dengan hasil penelitian tersebut, Dewi pun merekomendasikan bahwa selain aspek proteksi keselamatan dan kesehatan fisik, manajemen rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan pemerintah harus mulai memprioritaskan aspek intervensi kesehatan mental, seperti pendampingan dan konseling psikologis untuk tenaga kesehatan, terutama yang bertugas selama masa pandemi ini.

“Aspek lain yang juga harus dilakukan adalah menciptakan suasana aman dan nyaman bagi tenaga kesehatan dalam menjalankan fungsi medis dengan menerapkan prinsip kedokteran okupasi yang komprehensif,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenaga medis Virus Corona

Sumber : Tempo.co

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top