Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Memajukan Demokrasi Daerah, Emil Salim: Jangan Lupa Bangun SDM!

Emil Salim menilai demokrasi yang baik ditopang oleh pembangunan manusia yang baik pula sehingga menghasilkan PDRB yang tinggi.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 29 Agustus 2020  |  17:51 WIB
Emil Salim - Antara
Emil Salim - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kemajuan pembangunan manusia bertalian erat dengan kemajuan demokrasi suatu daerah. Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia harus juga menjadi perhatian pemerintah.

Hal itu diungkapkan oleh Emil Salim, pendiri Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) dalam seminar bertajuk Demokrasi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat sekaligus penutupan Sekolah Demokrasi Angkatan II, Sabtu (29/8/2020).

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), dia mengatakan bahwa DKI Jakarta berada di tempat teratas Indeks Demokrasi 2019 dengan skor 88,29 dan PDRB sebesar 2,599.17 serta Indeks Pembangunan Sosial 80,47.

“Memang pembangunan terpulang pada pemerintah daerah tapi dengan data ini, yang menjadi pegangan, demokrasi yang baik ditopang oleh pembangunan manusia yang baik pula sehingga menghasilkan PDRB yang tinggi,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pola pembangunan jangan hanya terpusat soal pembangunan fisik, pengadaan barang dan jasa, tapi harus memperhatikan pembangunan sumber daya manusia.

Hal ini perlu diperhatikan karena kualitas pembangunan manusia Indonesia khususnya di bidang pendidikan dia nilai masih tertinggal karena menempati posisi menjelang akhir pada beberapa kriteria seperti sains, matematika dan kemampuan membaca.

“Karena itu, partai politik juga tidak boleh lepas dari tanggung jawabnya. Partai yang memenangi pemilu di suatu daerah wajib mencurahkan perhatian melalui wakil-wakilnya di DPR dan Pemerintah agar bisa membangun sumber daya manusia. Partai politik jangan hanya aktif saat pemilu saja,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, dia juga menuturkan ketidaksetujuannya atas keputusan pemerintah yang mengekspor bibir lobster ke luar negeri, khususnya Vietnam. Menurutnya, Indonesia mesti mengembangkan kemampuan sumber daya manusia yang handal sehingga bisa menguasai teknologi budidaya lobster.

“Kita kalah dengan Vietnam yang menguasai pengembangan lobster. Harusnya kita perkuat SDM agar bisa memiliki kemampuan itu,” katanya.

Adapun Sekolah Demokrasi LP3ES angkatan kedua mengusung tema mengenai demokrasi, pembangunan ekonomi serta pemerintah daerah, yang merupakan buah dari kerja sama dengan Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah.

Wijayanto, Direktur Pusat Media dan Demokrasi LP3ES mengatakan sekolah demokrasi ini bertujuan  untuk memperkuat sendi bernegara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demokrasi sdm emil salim
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top